| |
Bismillahirrahmanirrahim,,,,, Bait-bait ini kupersembahkan kepada junjunganku Sayyidah Fathimah Az-Zahra Sang Perawan r.a,,, Bunga yang jadi bunda ayahnya...
Diriwayatkan dari Abdullah ibn Al-Zubair bahwa Rosulullah bersabda; "Sesungguhnya Fathimah adalah bagian dari diriku. Siapa saja yang menyakitinya berarti menyakitiku. Dan siapa saja yang membuatnya murka berarti membuatku murka. " (HR Imam Ahmad, Al-Tirmidzi, Al-Hakim, dan At-Tabrani,,, dengan sanad Shahih.)
Demi Allah, demi Tuhan Thaha ayahmu, segala puji Tak sempurna kecuali dengan menyertakan namamu Kau meruypakan bagian dari Muhammad Al-Mustafa Ia ridha jika kau ridha dan ia murka saat kau terluka Ketika kau bersedih hati di suatu hari Kulihat tanda-tandanya di wajah Nabi Kau dan dirinya telah menyatu tak terpisahkan Segala sifat segala ciri dan segala keutamaannya Kudapati pada dirimu, kulihat pada turunanmu Engkau menyerupai Nabi dalam segala rupa dan perilaku Mereka telah bersaksi kepada Nabi jika mereka bersaksi kepadamu Kau wewangi yang memancar dari Nabi Percik cahayamu yang menyinari kami Ketika kau datang, ia bangkit dengan senang Ia melimpahimu dari samudera kasih sayang Andai mereka mencintai ayahmu dengan sungguhMereka pasti mencintaimu dengan hati yang penuh Telah tersesat orang yang mencaci dan membencimu Dia telah menjadikanmu sebagai teladan yang utama Mereka yang mengikutimu niscaya dapatkan karunia Engkau laksana samudera yang melimpahkan kebaikan Anak-anakmu bak taburan pasir pantai yang meliputimu Nabi yang terpilih telah berdoa agar Allah menumbuhkan Dari rahimmu keturunan terbaik pemandu di jalan Tuhan *Abdul Qodir Al-Jailani ibn Salim ibn Alawi Khard* Dikutip dari Buku "Fathimah,,, Bunga Nan Jadi Bunda Ayahnya" Muhammad's Beloved Daughter and 'Mother' karya: Muhammad Abduh Yamani ***
SEPUCUK SURAT DARI SEORANG AYAH
Aku tuliskan surat ini atas nama rindu yang besarnya hanya Allah yang tahu.
Sebelum kulanjutkan, bacalah surat ini sebagai surat seorang ayah kepada anaknya yang sesungguhnya bukan miliknya, melainkan milik Tuhannya.
Anakku, menjadi ayah itu indah dan mulia.
Besar kecemasanku menanti kelahiranmu dulu belum hilang hingga saat ini. Kecemasan yang indah karena ia didasari sebuah cinta. Sebuah cinta yang telah terasakan bahkan ketika yang dicintai belum sekalipun kutemui.
Anakku, menjadi ayah itu mulia.
Bacalah sejarah Nabi-Nabi dan Rasul dan temukanlah betapa nasehat yang terbaik itu dicatat dari dialog seorang ayah dengan anak-anaknya.
Meskipun demikian, ketahuilah Nak, menjadi ayah itu berat dan sulit.
Tapi kuakui, betapa sepanjang masa kehadiranmu disisiku, aku seperti menemui keberadaanku, makna keberadaanmu, dan makna tugas kebapakanku terhadapmu.
Sepanjang masa keberadaanmu adalah salah satu masa terindah dan paling aku banggakan di depan siapapun.
Bahkan dihadapan Tuhan, ketika aku duduk berduaan berhadapan dengan Nya, hingga saat usia senja ini.
Anakku, saat pertama engkau hadir, kucium dan kupeluk engkau sebagai buah cintaku dan ibumu. Sebagai bukti,bahwa aku dan ibumu tak lagi terpisahkan oleh apapun jua.
Tapi seiring waktu, ketika engkau suatu kali telah mampu berkata: "TIDAK", timbul kesadaranku siapa engkau sesungguhnya.Engkau bukan milikku, atau milik ibumu Nak. Engkau lahir bukan karena cintaku dan cinta ibumu.
Engkau adalah milik Tuhan.
Tak ada hakku menuntut pengabdian darimu. Karena pengabdianmu semata-mata seharusnya hanya untuk Tuhan.
Anakku, sedih, pedih dan terhempaskan rasanya menyadari siapa sebenarnya aku dan siapa engkau.
Dan dalam waktu panjang di malam-malam sepi, kusesali kesalahanku itu sepenuh -penuh air mata dihadapan Tuhan. Syukurlah, penyesalan itu mencerahkanku.
Sejak saat itu Nak, satu-satunya usahaku adalah mendekatkanmu kepada pemilikmu yang sebenarnya. Membuatmu senantiasa berusaha memenuhi keinginan pemilikmu.
Melakukan segala sesuatu karena Nya,bukan karena kau dan ibumu. Tugasku bukan membuatmu dikagumi orang lain, tapi agar engkau dikagumi dan dicintai Tuhan.
Inilah usaha terberatku Nak, karena artinya aku harus lebih dulu memberi contoh kepadamu dekatdengan Tuhan.
Keinginanku harus lebih dulu sesuai dengan keinginanTuhan. Agar perjalananmu mendekati Nya tak lagi terlalu sulit.
Kemudian, kitapun memulai perjalanan itu berdua, tak pernah engkau kuhindarkan dari kerikil tajam dan lumpur hitam. Aku cuma menggenggam jemarimu dan merapatkan jiwa kita satu sama lain.
Agar dapat kau rasakan perjalanan rohaniah yang sebenarnya.Saat engkau mengeluh letih berjalan, kukuatkan engkau karena kita memang tak bolehberhenti. Perjalanan mengenal Tuhan tak kenal letih dan berhenti, Nak.
Berhenti berarti mati, inilah kata-kataku tiap kali memeluk dan menghapus air matamu, ketika engkau hampir putus asa.
Akhirnya Nak, kalau nanti, ketika semua manusia dikumpulkan di hadapan Tuhan, dan kudapati jarak kuamat jauh dari Nya, aku akan ikhlas. Karena seperti itulah aku di dunia.
Tapi, kalau boleh aku berharap, aku ingin saat itu aku melihatmu dekat dengan Tuhan.
Aku akan bangga Nak, karena itulah bukti bahwa semua titipan bisa kita kembalikan kepada pemiliknya.
Dari ayah yang senantiasa merindukanmu.
Sumber : Berbagai sumber
KUTITIP SURAT INI UNTUKMU
Ya bunayya,,,, Dari tangan seorang ibu yang merana,,, yang ditulisnya dengan rasa malu,,, dalam kegelisahan dan lamanya penantian... Lama dipegangnya pena ini, hingga berlinang air matanya... Ya bunayya,,, Telah senja kini usia Ibu dan aku melihat dirimu telah beranjak dewasa,,, Telah sempurna akal dan telah matang pikiranmu,,, Ya bunayya,,, Diantara hak Ibu, sudi kiranya engkau membaca suratku ini,,, Namun bila engkau enggan, wahai anakku,,, Robeklah suratku ini sebagaimana engkau merobak-robek hati Ibumu ini....!!! Ya bunayya,,, 15 tahun yang silam kebahagiaan paling besar kurasakan dalam hidupku,,,!!! Tatkala Dokter mengabarkan kehamilanku,,, Dan setiap Ibu, wahai anakku, Sungguh telah mengetahui makna kalimat ini dengan baik... Sungguh itu merupakan kebahagiaan dan kegembiraan,,, Dan mulainya awal kepayahan dan perubahan dalam tubuhku,,, Setelah berita kegembiraan ini,,, Ibu mengandungmu selama 9 bulan dengan penuh kebahagiaan,,, Aku bangkit, tidur dan makan dengan penuh kesulitan. Dan akupun bernafas dengan kepayahan... Namun semua kesulitan dari kepayahan ini tidak mengurangi sedikitpun rasa cintaku padamu dan sayangku kepadamu,,, Bahkan cinta kasihku semakin bertambah padamu,,, Dengan berjalannya waktu kian bertambah besar rasa rinduku menanti kehadiranmu,,, Aku mengandungmu, anakku,,, Dengan penuh kepayahan,,, Dan rasa sakit yang tiada terkira,,,!!! Betapa gembiranya diriku tatkala kurasakan pergerakanmu,,, Dan bertambah pula kebahagiaanku tatkala kurasakan bertambah berat tubuhmu yang tentunya membuat berat bagi diriku,,, Sungguh inilah kepayahan yang panjang kurasakan,,,!!! Datang malam-malam di mana aku tak dapat tertidur,,, Dan kedua matakupun tak kuasa tuk kupejamkan,,,!!! Ya bunayya,,, Kurasakan rasa sakit, kegelisahan, dan rasa takut yang mencekam yang tak bisa kuungkapkandengan pena ini,,, Dan kukatakan dengan ungkapan lisan,,, Hingga aku melihat dengan kedua mataku seakan-akan kematian akan menjemput diriku sampai akhirnya,, kamu terlahir ke dunia. Air mata kepedihanku terpancar bersama dengan jerit tangismu,,, Hilanglah semua rasa sakit dan kepedihan,,, Ya bunayya,,, Telah berlalu malam-malam di mana aku meninabobokkan dirimu di dadaku,,, Dan aku mandikan dirimu dengan kedua tanganku,,, Kujadikan pangkuanku sebagai ranjang ranjang bagimu,,, Dan susuanku sebagai makanan untukmu,,, Aku terjaga sepanjang malam agar kau dapat tertidur pulas,,, Dan aku berlelah diri di siang hari untuk kebahagiaan dirimu,,, Kebahagiaanku, tatkala kamu meminta sesuatu pada Ibu dan segera kupenuhi pintamu,,, Itulah puncak tertinggi kebahagiaanku,,,!!! Telah lewat malam-malam dan telah berlalu hari demi hari. Demikian kulakukan semua itu untuk kebahagiaanmu,,, Melayanimu sepenuhnya dan tidak melalaikanmu,,, Menyusuimu tiada henti-hentinya dan merawatmu tanpa ada rasa kebosanan hingga bertambah besar tubuhmu... Tibalah masa keremajaaanmu, dan tanda-tanda kedewasaanmupun telah tampak pada dirimu,,, Hingga Ibu mencarikanmu seorang wanita yang kamu inginkan untuk kau nikahi,,, Dan tibalah waktu pernikahanmu yang membuat sedih hatiku. Berlinang air mataku karena kebahagiaan dengan lembaran hidup barumu,,, Bercampur duka yang dalam karena akan berpisah denganmu... Kemudian tibalah masa-masa yang amat berat bagi diriku,,, Dimana kurasakan dirimu kini bukanlah buah hatiku yang dahulu kukenal. Sungguh engkau telah mengingkari diriku, melupakan hak-hakku... Hari terus berlalu dan tidak pernah lagi kulihat dirimu,,, tidak pernah kudengar lembut suaramu,,, Apakah kamu lupa kpd seorang wanita yang telah melahirkan dan memeliharamu dengan penuh rasa cinta....!!! Ya bunayya,,, Aku tak menuntut apa-apa darimu,,, Jadikanlah diriku layaknya sahabat yang kamu miliki,,, Jadikanlah diriku wahai buah hatiku, salah satu tempat persinggahanmu yang senantiasa kamu kunjungi setiap bulan walau hanya sesaat... Ya bunayya,,, gemetar seluruh tubuhku, lemah lunglai badanku karena sakit yang aku derita,,, Berbagai penyakit silih berganti mampir padaku. Aku tidak mampu berdiri melainkan dengan kesulitan dan aku tidak mampu untuk duduk melainkan dengan kepayahan dan senantiasa hati ini dipenuhi dengan rasa rindu akan cinta dan sayangmu... Apabila suatu saat ada orang yang memuliakan dirimu, niscaya kamu akan memujinya karena perlakuannya terhadap dirimu dan kebaikan sifatnya pada dirimu,,, Dan Ibumu ini wahai anakku,,, Ibu banyak berbuat kebaikan pada dirimu dan berlaku ma'ruf padamu hingga tidak dapat dibalas dengan apapun jua,,,!!! Ibu telah merawatmu, melayani semua kebutuhanmu bertahun-tahun lamanya. Manakah balasanmu,,,??? Apakah setelah semua ini,,, Hatimu menjadi keras??? Dan berlalunya waktu kian membuat dirimu jauh dariku...!!! Ya bunayya,,, Acapkali aku mengetahui kamu bahagia dalam hidupmu,,, Bertambah pula kebahagiaan dan kegembiraanku,,, Namun betapa herannya Ibu pada dirimu, anakku,,, yang telah kubesarkan dengan belaian kedua tanganku...!!! Dosa apakah yang telah kuperbuat hingga aku menjadi musuh bagimu??? Engkau tidak mau menjengukku,,, beratkah langkah kakimu untuk mengunjungiku,,,??? Apakah aku melakukan suatu kesalahan pada dirimu??? Ataukah aku telah melakukan kelalaian dalam melayanimu??? Jadikanlah diriku layaknya pelayan-pelayanmu yang engkau berikan upah pada diri mereka...!!! Berikanlah aku sedikit saja dari rasa belas kasih dan sayangmu. Berbuat baiklah pada diriku wahai anakku,,, Kerana sesunguhnya llah akan memberikan balasan {kebaikan} orang yang berbuat baik...!!! Ya bunayya,,, Tidak ada yang kuinginkan di sunia ini selain melihat wjahmu,,, Tidak ada yang kuinginkan selain itu,,, Biarkanlah aku menatap wajahmu,,, meredakan amarahmu... Ya bunayya,,, Bergetar keras degup jantungku,,, Berlinang deras air mataku,,, Melihat dirimu hidup bahagia tercukupi... Senantiasa manusia memperbincangkan akan kebaikan, kedermawanan dan kemuliaanmu... Ya bunayya,,, Apakah kiranya hatimu masih memiliki seberkas rasa belas kasih pada seorang wanita yang renta dan lemah ini??? Yang hatinya diliputi dengan kerinduan dan diselimuti dengan kesedihan,,, Kamu telah membuat duka hatinya,,, Membuat air matanya berlinang,,, Hancur hatinya dan terputusnya hubungan... Aku tidak akan mengadukan kepedihan ini,,, Dan belum terhapus kedukaan ini,,, Karena bila naik menambus awan-awan dan mengetuki pintu-pintu langit niscaya bala akan datang padamu,,, Berbagai keburukan menghampirimu dan musibah besar akn menimpamu,,, TIDAK.....!!! Tidak akan mungkin aku lakukan hal tersebut, wahai anakku,,,, Kamu akan senantisa menjadi buah hatiku,,, Penyejuk pandanganku dan kebahagiaan duniaku... Sadarlah anakku,,, Rambut putihmu mulai tampak,,, Telah berlalu waktu dan masa yang panjang menjadikan dirimu mulai menua... Anakku,,, Bukankah balasan itu sesuai dengan perbuatan??? Niscaya kamu akan menulis surat ini kepada anakmu dengan linangan air mata sebagaimana aku menulis surat ini untukmu... Ya bunayya,,, Takutlah kepada Allah,,, Hentikanlah tangisnya,,, Hapuslah kedukaannya,,, Setelah itu jika kau inginkan sobeklah suratnya,,, Dan ketahuilah wahai anakku,,, "Barangsiapa mengamalkan kebaikan maka kebaikan itu untuknya dan barangsiapa yang berbuat keburukan maka keburukan itu akan kembali padanya"
.................................................................
Kajian : Ust. Armen Halim Naro . Lc NB: Surat ini ditulis oleh seorang Ibu kepada anaknya dengan linangan air mata... Saudaraku semua,,, Semoga kita termasuk dalam golongan anak yang berbakti kepada orang tua. Allah berfirman dalam Al-Karim-Nya "Dan Rabbmu telah memerintah supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya."
Surat Cinta Untuk Mujahidah
Ba’da tahmid wa shalawat Hari terus bergulir, waktu terus berlalu menyisakan beribu macam pelajaran bagi hamba-hamba yang berpikir. Tak sejenak pun dari setiap dentingan waktu itu Allah melenakan kita dari nikmatNYA, tak sekejap pun Allah membiarkan hambaNYA hidup dalam kegamangan tanpa nikmat dariNYA. Tak sekejap pun ikhwah fillah……….. Meski bibir serasa kelu untuk sekedar bergumam Alhamdulillah tapi toh DIA tak juga menghentikan kucuran nikmatNYA, Subhanallah!!!!!!!! Ukhti Mujahidah………… Kutulis rangkaian kata ini menjadi sebuah paragraph agar engkau mengerti apa isi hatiku sesungguhnya. Tak ingin aku membiarkan kita berada pada sebuah kondisi yang semakin membelakangi perkembangan tarbiyah yang kita lakukan. Semestinya kita terus melaju mengiringi perkembangan pesat dakwah ini, semakin siap mengemban amanah yang juga kian berat, bukan sebaliknya malah menjadi penambah masalah bagi dakwah. Ukhti mujahidah………… Pada dasarnya dakwah ini akan terus dan terus berjalan hatta tanpa kita di dalamnya, tapi…………….sedarilah bahwa kitalah yang perlu dan teramat sangat membutuhkan terhadapnya. Terutama aku wahai ukhti mujahidah. Hidupku 90% telah kuhibahkan untuk dakwah, sedangkan hal lain yah………..itu bagiku akan terikut seiring dengan amanahku di dalam dakwah ini. Bagiku, dakwah telah mengisi hari-hariku sedemikian indah tak bisa dikalahkan oleh apapun gemerlapnya dunia ini, banyaknya harta, nikmatnya bercanda dan sebagainya. Bahkan aku senantiasa mencoba untuk memberi pengertian kepada orang tuaku (sekalipun) untuk merelakan aku lebih mementingkan unrusan dakwahku ketimbang urusanku dengan mereka, apatah lagi dengan urusanku sendiri. Ukhti mujahidah…………… Aku berani membayar mahal untuk ini, aku rela menghabiskan seluruh waktuku untuk amanah dakwah ini, bahkan aku ingin mengorbankan segala yang aku punya untuknya selama Allah ridho atasku. Terkait denganmu, maka aku ingin kabarkan bahwa sekarang engkau adalah seorang murobbi yang juga telah memiliki binaan, sekarang engkau telah menjadi seorang kader yang tidak lagi pemula, sekarang engkau adalah sosok yang oleh dakwah ini diharapkan mampu memberikan kontribusi terbaikmu. Lantas????????? Apa yang telah engkau perbuat?? Wahai ukhti pejuang…………. Bagiku, istri yang baik adalah yang senantiasa mendukung suaminya untuk tetap tegak di medan dakwah dan jihad. Sebagaimana istri handzolah yang merelakan diri sendirian di malam pengantin lantaran gendering perang harus dipenuhi. Betapa indah mendengar kabar suaminya syahid dan langsung dimandikan bidadari karena belum sempat junub?? Subhanallah………… Bagiku, suami yang baik adalah yang mengerti peran istrinya dan memberi peluang untuk berkiprah seoptimal mungkin. Sungguh, langkah kaki seorang istri tanpa ijin suaminya adalah maksiat (kata Ust Jefri) sementara seorang wanita juga diperlukan perannya untuk membangun ummat ini. Nah, bila suami hanya mementingkan diri dan mengekang istri hanya untuknya, berarti setiap langkahnya keluar rumah adalah maksiat bukan? Tidak salah memang bahwa jihad terbesar seorang istri adalah di rumah suaminya, tapi sekali lagi ummat ini juga memerlukan tenaganya, bila kedua suami istri saling bersinergi utnuk sama-sama ke masyarakat bukankah ini jauuuuh lebih utama? Tentu saja dengan tidak meninggalkan amanah pokoknya di rumah. Ukhti yang dimuliakan Allah (insya Allah)…… Bagiku, teman yang baik adalah yang senantiasa menngingatkan kita untuk terus dan terus mengingat Allah. Yang senantiasa menguatkan ia kala ia lemah, yang menegarkan langkahnya kala ia gundah dan bukan sebaliknya ukhti. Seorang teman yang baik tentunya sangat bahagia bisa temannya mampu berkontribusi besar dalam dakwah ini, mampu memberi manfaat sebanyak-banyaknya kepada orang lain dan bukan sebaliknya??? Sungguh, bila kita ingin berkutat dengan urusan internal pribadi kita, maka sampai kapanpun tak akan pernah usai. Karenanya biarlah urusan pribadi kita itu terselesaikan seiring dengan tuntasnya amanah dakwah ini. Sebagaimana dunia yang juga akan kita dapatkan bila kita rajin mengejar akhirat. Ukhti mujahidah........... Semoga engkau mengerti apa yang aku maksudkan dan aku mengajak kepadamu untuk bersama mengarungi jalan dakwah dan jihad ini supaya nanti kita dikumpulkan disyurgaNYA. Amin Ana uhibbuki fillah ukhti mujahidah
Sumber : http://kammi.or.id
Bismillahirrohmaanirrohiim
Seandainya engkau tahu
Wahai kekasihu
aku bukanlah Sumayyah yang tangguh
merelakan anak, dan suami
mengejar kematian demi menghirup wewangian Firdausi
karena,
aku hanyalah seorang isteri
yang butuhkan cinta dan kasih sayang
yang memerlukan didikan dan tarbiyah
darimu yang bergelar suami
tetapi,
ketika wanginya darah para syuhada dan
senandung cinta medan Jihad
membuatmu mabuk kepayang akan syurga
aku tidak lagi mampu menahan
keingananmu untuk meraih CintaNya
aku relakan cintaku tinggal disini
bersama permata-permata yang telah kau amanahkan
yang kelak akan kudidik
menjadi singa-singa yang gagah berani sepertimu
mengikuti jejak abinya yang tercinta
Engkau pergi dalam bentuk jasadi
Tetapi kau hidup dalam Ruh-ruh kami
"syukran ya Robb karena kau memilihnya sebagai syuhada"
Besarnya cintamu padaNya
Pada DienNya
Mengalahkan secuil kasih dan cintaku ini
Kau pergi mencari mahar
Buat meraih pelaminan syurga nan indah
Nantikan aku wahai mujahidku
Nantikan aku sebagai bidadarimu
Karena
Wanginya kasturi Firdausi
Mulai merasuki jiwaku
Sumber :http://nakoura.multiply.com/reviews/item/34/maharku_adalah_jihadmu
MUTIARA ILMU
Biara apa gelaran ilmu diberi Janganlah lupa wahai saudaraku.....
Di luar sana masih banyak lagi Yang muda yang alim berilmu tinggi lagi berakhlak tak suka menonjol diri Fasih sekali membaca dan memahami kitab-kitab karangan ulama bistari Tak kurang yang bijak mengarang dan mentafsiri
Oleh itu jangan kamu terlebih bangga Jangan hanya tahu menyerang khilafiyyyah yang nyata Hanya tahu membid'ah dan dan mengata Sedangkan haram nyata dipejam mata
Harap janagn tersinggung dengan kata-kata ini Kalau melantur, kamu lemparlah ke tepi kalau ada yang baik barang seinci ambillah dengan senang hati Jangan tahan kebiasaan tinggi hati Ingat kita pasti akan mati Kasihkanlah pada kami orang awam yang jahil ini Jahil-jahilpun kami masih penganut Islam yang suci Mana yang khilafiyyah berlapanglah hati Janganlah dihantam habis-habisan dan dikasari Jika tidak serasi dengan pegangan diri nasihatilah tanpa menyakitkan hati
Akhirul kalam, kuulurkan tangan buat akhwat dan ikhwah yang sudi menatap karangan Salam persaudaraan sesama agama dan satu tujuan Berbeda pendapat bukan artinya bermusuhan Cuma satu harapanku dari kalian Para ulama terdahulu jangan mudah diabaikan ,,,,,,,,,,,
"Aku berlindung kepada Allah dari peri hidup orang yang tidak mempunyai cita cita tinggi hingga boleh diteladani oleh orang lain, yang tidak mempunyai sifat warak yang boleh ditiru oleh orang yang ingin berzuhud. Demi Allah, hendaklah kalian memperhatikan perilaku suatu kaum, mendalami sifat dan berita tentang mereka. Ini karena memperbanyak meneliti kitab-kitab mereka adalah sama dengan melihat mereka. Apabila engkau mengatakan telah mendalami dua puluh ribu jilid buku, berarti engkau telah mereka melalui kajian engkau terhadap tingkat semangat mereka, kepandaian mereka, ibadah mereka, keistimewaan ilmu yang mereka miliki yang tidak diketahui orang yang tidak pernah membacanya..." Ibnu Qoyyim Al Jauzi (Qimatuz Zaman 'indal Ulama:31) sumber: Mutiara Amaly
Sumber : http://tangguh.blogsome.com)
Akhwat sejati bukanlah dilihat dari wajahnya yang manis dan menawan, tetapi dari kasih sayangnya pada karib kerabat dan orang disekitarnya. Pantang baginya mengumbar aurat, dan memamerkannya kepada siapapun, kecuali pada mahramnya. Dia senantiasa menguatkan iltizam dan azzam-nya dalam ber-ghadul bashar dan menjaga kemuliaan diri, keluarga serta agamanya. Akhwat sejati bukanlah dilihat dari suaranya yang lembut dan mempesona, tetapi dari lembut dan tegasnya tutur dalam mengatakan kebenaran. Dia yang senantiasa menjaga lisan dari ghibah dan namimah. Pantang baginya membuka aib saudaranya. Dia yang memahami dan merasakan betul bahwa Allah swt senantiasa mengawasi segala tindak-tanduknya.
Akhwat sejati bukanlah dilihat dari liuk gemulainya kala ia berjalan, tetapi dari sikap bijaknya memahami keadaan dan persoalan-persoalan. Dia yang senantiasa bersikap tulus dalam membina persahabatan dengan siapapun, dimanapun dirinya berada. Tak ada perbendaharaan kata “cemburu buta” dalam kamus kehidupannya. Dia senantiasa merasa cukup dengan apa yang Allah swt anugerahkan untuknya, juga atas nafkah yang diberikan sang suami kepadanya. Tak pernah menuntut apa-apa yang tidak ada kemampuan pada sang qowwam di tengah keluarga. Sabar adalah aura yang terpancar dari wajahnya. Sifat tawadhu’ adalah pakaian yang senantiasa dia pakai sepanjang perguliran zaman.
Akhwat sejati bukanlah dilihat dari bagaimana dia menghormati dan menyayangi orang-orang ditempat kerja (wajihah dakwah), tetapi dari tatacaranya menghormati dan menyayangi siapapun dan dimanapun tanpa memandang status yang disandangnya. Dia yang dilihat menyejukkan mata dan meredupkan api amarah. Baitii jannatii selalu berusaha ia ciptakan dalam alur kehidupan rumah tangga. Totalitas dalam menyokong dakwah suami dan berdarmabakti mengurus generasi penerus yang berjiwa Rabbani
Akhwat sejati bukanlah dilihat dari banyaknya ikhwan yang memuji dan menaruh hati padanya, tetapi dilihat dari kesungguhannya dalam berbakti dan mencintai Allah dan Rasulullah. Dia yang selalu menghindari sesuatu yang syubhat terlebih hal-hal yang diharamkan-Nya.
Akhwat sejati bukanlah dilihat dari pandainya dia merayu dan banyaknya airmata yang menitik, tetapi dari ketabahannya menghadapi liku-liku kehidupan. Pancaran kasih sayang melesat tajam dari tiap nada bicara yang keluar dari bibirnya. Dia yang memiliki perasaan yang tajam untuk selalu berbuat ihsan kala ditempat umum maupun kala sendiri.
Akhwat sejati bukanlah dilihat dari merdunya suara kala bertilawah Qur’an dan banyaknya hadits yang ia hafal, tetapi dari keteguhan dan konsistennya mengamalkan kandungan keduanya. Dia selalu berusaha mengajarkan pada yang belum memahaminya. Al-Qur’an dan As-Sunnah dijadikannya sebagai suluh penerang serta pijakan dalam menelusuri lorong-lorong gelap kehidupan.
Akhwat sejati bukanlah dilihat dari tingginya gelar yang disandangnya serta luasnya wawasan ataupun lincahnya ia bergerak, tetapi tingginya ghirah untuk menuntut ilmu dan mengamalkan syariat secara murni dan berkesinambungan. Ilmu yang bermanfaat adalah tongkat yang ia pegang. Menjadi akhwat sejati,
niscaya akan membuat iri dan cemburu para bidadari, menjadi dambaan bagi mereka para insan berjiwa Rabbani, menjadi dambaan bagi mereka para pemilik ruh dakwah dan jihadiyah, serta para hamba Allah yang tidak tertipu oleh gemerlapnya dunia yang semu……. Menjadi Akhwat sejati, Seperti yang dicontohkan oleh khadijah, Aisyah, Hafsah, Maimunah, Shafiyah, Fathimah Az Zahra, dan para shahabiyah radiyallohu’anha ajma’in. # Dikutip dari Buku : “Surat Cinta Untuk Sang Aktivis” – Musafir Hayat #
Rahasia Sholat Subuh oleh : Dr. dr. Barita Sitompul SpJP Setiap pagi kalau kita tinggal didekat mesjid maka akan terbangun mendengar adzan subuh, yang menyuruh kita untuk melaksanakan shalat subuh. Bagi mereka yang beriman segera saja melemparkan selimut dan segera wudhu dan shalat baik di rumah masing-masing atau ke mushalla atau masjid terdekat dengan berjalan kaki. Mungkin menjadi pertanyaan mengapa Tuhan memerintahkan kita bangun pagi dan shalat subuh? Berbagai jawaban dari semua disiplin ilmu tentunya akan banyak dijumpai dan membedah serta memberikan jawaban akan manfaat shalat subuh itu. Dibawah akan diulas sedikit mengani manfaat shalat subuh, instruksi Allah sejak 1400 tahun yang lalu. Dalam adzan subuh juga akan terdengar kalimat lain dibandingkan dengan kalimat-kalimat yang dikumandangkan muazin untuk waktu-waktu shalat selanjutnya. Kalimat yang terdengar berbeda dan tidak ada pada azan di lain waktu adalah “ash shalatu khairun minan naum”. Arti kalimat itu adalah shalat itu lebih baik dari pada tidur. Pernahkah kita mencoba sedikit saja menghayati kalimat ”ash shalatu khairun minan naum”? Mengapa kalimat itu justru dikumandangkan hanya pada shalat subuh, tatkala kita semua sedang terlelap, dan bukan pada adzan untuk shalat lain. Sangat mudah bagi kita semua mengatakan bahwa shalat subuh memang baik karena menuruti perintah Allah SWT, Tuhan semesta Alam, Apapun perintahnya pasti bermanfaat bagi kehidupan manusia. Tetapi disisi mana manfaat i tu? Apa supaya waktu banyak untuk mencari rezeki, tidak ketinggalan kereta atau bus karena macet? Pada waktu dulukan belum ada desak-desakan seperti sekarang semua masih lancar, untuk itu tinjauan dari sisi kesehatan kardiovaskular masih menarik untuk dicermati. Untuk tidak berpanjang kata, maka dikemukakan data bahwa shalat subuh bermanfaat karena dapat mengurangi kecenderungan terjadinya gangguan kardiovaskular. Pada studi MILIS, studi GISSI 2 dan studi-studi lain di luar negeri, yang dipercaya sebagai suatu penelitian yang shahih maka dikatakan puncak terjadinya serangan jantung sebagian besar dimulai pada jam 6 pagi sampai jam 12 siang. Mengapa demikian? Karena pada saat itu sudah terjadi perubahan pada sistem tubuh dimana terjadi kenaikan tegangan saraf simpatis (istilah Cina:Yang) dan penurunan tegangan saraf parasimpatis (YIN). Tegangan simpatis yang meningkat akan menyebabkan kita siap tempur, tekanan darah akan meningkat, denyutan jantung lebih kuat dan sebagainya. Pada tegangan saraf simpatis yang meningkat maka terjadi penurunan tekanan darah, denyut jantung kurang kuat dan ritmenya melambat. Terjadi peningkatan aliran darah ke perut untuk menggiling makanan dan berkurangnya aliran darah ke otak sehingga kita merasa mengantuk, pokoknya yang cenderung kepada keadaan istirahat. Pada pergantian waktu pagi buta (mulai pukul 3 dinihari) sampai siang itulah secara diam-diam tekanan darah berangsur naik, terjadi peningkatan adrenalin yang berefek meningkatkan tekanan darah dan penyempitan pembuluh darah (efek vasokontriksi) dan meningkatkan sifat agregasi trombosit (sifat saling menempel satu sma lain pada sel trombosit agar darah membeku) walaupun kita tertidur. Aneh bukan? Hal ini terjadi pada semua manusia, setiap hari termasuk anda dan saya maupun bayi anda. Hal seperti ini disebut sebagai ritme Circardian/Ritme sehari-hari, yang secara kodrati diberikan Tuhan kepada manusia. Kenapa begitu dan apa keuntungannya Tuhan yang berkuasa menerangkannya saat ini. Namun apa kaitannya keterangan di atas dengan kalimat ”ash shalatu khairun minan naum”? Shalat subuh lebih baik dari tidur? Secara tidak langsung hal ini dapat dirunut melalui penelitian Furgot dan Zawadsky yang pada tahun 1980 dalam penelitiannya mengeluarkan sekelompok sel dinding arteri sebelah dalam pada pembuluh darah yang sedang diseledikinya (dikerok). Pembuluh darah yang normal yang tidak dibuang sel-sel yang melapisi dinding bagian dalamnya akan melebar bila ditetesi suatu zat kimia yaitu: Asetilkolin. Pada penelitian ini terjadi keanehan, dengan dikeluarkannya sel-sel dari dinding sebelah dalam pembuluh darah itu, maka pembuluh tadi tidak melebar kalau ditetesi asetilkolin. Penemuan ini tentu saja menimbulkan kegemparan dalam dunia kedokteran. “Jadi itu toh yang menentukan melebar atau menyempitnya pembuluh darah, sesuatu penemuan baru yang sudah sekian lama, sekian puluh tahun diteliti tapi tidak ketemu”. Penelitian itu segera diikuti penelitian yang lain diseluruh dunia untuk mengetahui zat apa yang ada didalam sel bagian dalam pembuluh darah yang mampu mengembangkan/melebarkan pembuluh itu. Dari sekian ribu penelitian maka zat tadi ditemukan oleh Ignarro serta Murad dan disebut NO/Nitrik Oksida. Ketiga penelitian itu Furchgott dan Ignarro serta Murad mendapat hadiah NOBEL tahun 1998. Zat NO selalu diproduksi, dalam keadaan istirahat tidur pun selalu diproduksi, namun produksi dapat ditingkatkan oleh obat golongan Nifedipin dan nitrat dan lain-lain tetapi juga dapat ditingkatkan dengan bergerak, dengan olahraga. Efek Nitrik oksida yang lain adalah mencegah kecenderungan membekunya darah dengan cara mengurangi sifat agregasi/sifat menempel satu sama lain dari trombosit pada darah kita. Jadi kalau kita kita bangun tidur pada pagi buta dan bergerak, tatkala tamu yang tidak kita inginkan selalu saja sowan pada setiap pagi gelap, maka hal itu akan memberikan pengaruh baik pada pencegahan gangguan kardiovaskular. Naiknya kadar NO dalam darah karena exercise yaitu wudhu dan shalat sunnah dan wajib, apalagi bila disertai berjalan ke mesjid merupakan proteksi bagi pencegahan kejadian kardiovaskular. Selain itu patut dicatat bahwa pada posisi rukuk dan sujud terjadi proses mengejan, posisi ini meningkatkan tonus parasimpatis (yang melawan efek tonus simpatis). Dengan exercise tubuh memproduksi NO untuk melawan peningkatan kadar zat adrenalin di atas yang berefek menyempitkan pembuluh darah dan membuat sel trombosit darah kita jadi bertambah liar dan inginnya rangkulan terus. Demikianlah kekuasaan Allah, ciptaannya selalu dalam berpasang-pasangan, siang-malam, panas-dingin, dan NO-Kontra anti NO. Allah, sudah sejak awal Islam datang menyerukan shalat subuh. Hanya saja Allah tidak secara jelas menyatakan manfaat akan hal ini karena tingkat ilmu pengetahuan manusia belum sampai dan masih harus mencarinya sendiri walaupun harus melalui rentang waktu ribuan tahun. Petunjuk bagi kemaslahatan umat adalah tanda kasihNya pada hambaNya. Bukti manfaat instruksi Allah baru datang 1400 tahun kemudian. Allahu Akbar. Mudah-mudahan mulai saat ini kita tidak lagi memandang sholat sebagai perintahNya akan tetapi memandangnya sebagai kebutuan kita. Sehingga tidak merasa berat dan terpaksa dalam menjalankan ibadah dan selalu shalat subuh didahului dengan shalat sunnah dan kalau dapat jalan ke mesjid. Dan juga anda jangan jadi terlalu bersemangat, karena ingin sehat sehingga shalat subuhnya jadi 3 atau 4 rakaat. Itu tidak ada dalam petunjuk shalat. Selamat shalat subuh dengan penuh rasa syukur pada Allah akan karunia ini. Amien. ____________________________________ diambil dari milist “ahli sufi” arsip file attachment,
Detik-detik Sakaratul Maut Rasulullah SAW Inilah bukti cinta yang sebenar-benarnya tentang cinta, yang telah dicontohkan Allah SWT melalui kehidupan Rasul-Nya. Pagi itu, meski langit mulai menguning di ufuk timur, burung-burung gurun enggan mengepakkan sayapnya. Rasulullah dengan suara lemah memberikan kutbah terakhirnya, “Wahai umatku, kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasih-Nya. Maka taati dan bertakwalah kepada-Nya. Kuwariskan dua perkara pada kalian, al-Qur’an dan sunnahku. Barang siapa mencintai sunnahku, bererti mencintai aku dan kelak orang-orang yang mencintaiku, akan masuk syurga bersama-sama aku.” Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasul yang tenang menatap sahabatnya satu persatu. Abu Bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca, Umar dadanya naik turun menahan nafas dan tangisnya.Usman menghela nafas panjang dan Ali menundukkan kepalanya dalam-dalam. “Isyarat itu telah datang, saatnya sudah tiba. Rasulullah akan meninggalkan kita semua,” keluh hati semua sahabat kala itu. Manusia tercinta itu, hampir selesai menunaikan tugasnya di dunia. Tanda-tanda itu semakin kuat, tatkala Ali dan Fadhal dengan cergas menangkap Rasulullah yang berkeadaan lemah dan goyah ketika turun dari mimbar. Di saat itu, kalau mampu, seluruh sahabat yang hadir di sana pasti akan menahan detik-detik berlalu. Matahari kian tinggi, tapi pintu rumah Rasulullah masih tertutup. Sedang di dalamnya, Rasulullah sedang terbaring lemah dengan keningnya yang berkeringat dan membasahi pelepah kurma yang menjadi alas tidurnya. Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam. “Bolehkah saya masuk?” tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk. “Maafkanlah, ayahku sedang demam,” kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu. Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah. “Siapakah itu wahai anakku?” “Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya,” tutur Fatimah lembut. Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang. “Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malakul maut,” kata Rasulullah. Fatimah menahan ledakkan tangisnya. Malaikat maut telah datang menghampiri. Rasulullah pun menanyakan kenapa Jibril tidak menyertainya. Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini. “Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?” tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah. “Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. Semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu,” kata Jibril. Tapi, semua penjelasan Jibril itu tidak membuat Rasul lega, matanya masih penuh kecemasan dan tanda tanya. “Engkau tidak senang mendengar kabar ini?” tanya Jibril lagi. “Kabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak, sepeninggalanku?” “Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: ‘Kuharamkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya,” kata Jibril meyakinkan. Detik-detik kian dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan-lahan ruh Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang. “Jibril, betapa sakitnya, sakaratul maut ini.” Perlahan terdengar desisan suara Rasulullah mengaduh. Fatimah hanya mampu memejamkan matanya. Sementara Ali yang duduk di sampingnya hanya menundukan kepalanya semakin dalam. Jibril pun memalingkan muka. “Jijikkah engkau melihatku, hingga engkau palingkan wajahmu Jibril?” tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu. “Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal,” kata Jibril sambil terus berpaling. Sedetik kemudian terdengar Rasulullah memekik kerana sakit yang tidak tertahankan lagi. “Ya Allah, dahsyat sekali maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku,” pinta Rasul pada Allah. Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu. Ali pun segera mendekatkan telinganya. “Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku, peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu.” Di luar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan. “Ummatii, ummatii, ummatiii?” Dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran kemuliaan itu. Kini, mampukah kita mencintai sepertinya? Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa baarik wa salim ‘alaihi. Betapa cintanya Rasulullah kepada kita. Kirimkan kepada sahabat-sahabat muslim lainnya agar timbul kesadaran untuk mencintai Allah dan RasulNya. Seperti Allah dan Rasul mencintai kita semua. ________________ Source : Search Engine, Islamic Site …
Bismillah Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh "Inilah Goresan pena, dari seorang lelaki yang mendambakan wanita yang sholehah." Cinta persoalan yang tidak pernah habis menjadi bahan perbincangan. Setiap orang pernah merasakannya, karena memang cinta merupakan anugerah yang telah diberikan-Nya. Imam Ibnul Qayyim dalam kitabnya "Raudhah Al Muhibbin Wa Nuzhah AlMusytaqim" yang arinya Taman Orang-orang Jatuh Cinta dan Memendam Rindu.Mengatakan Bahwa seakan-akan orang yang mencinta itu telah mantap hatinya terhadap orang yang dicintai dan tidak terbetik untuk beralih darinya. Sekalipun cinta sangat bebas dibicarakan, tapi untuk mengekspresikan cinta tetaplah mesti dengan aturan. Cinta bukanlah sebuah ulasan dan ungkapan, tapi cinta merupakan bagian dari kebesaran Allah Ta’ala, kita tinggal menjalaninya sesuai dengan syariat.Cinta bukanlah emas atau berlian yang bisa ditimang-timang kemudian diukur-ukur persentase karatnya.Namun,cinta ialah sebentuk perasaan yang tumbuh dari dalam hati kedua manusia yang tidak tergantikan.Hak seseorang untuk mencintai atau tidak mencintai, karena cinta bukanlah sesuatu yang dipaksakan. Tak jadi soal cinta tumbuh di awal,ditengah,bahkan dibelakang hari. Sejatinya, keberadaan cinta semata-mata murni ditujukan untuk ibadah, dan berharap ganjaran dari-Nya. Cinta itu anugerah,kita tak pernah tahu, kepada siapa nantinya kita akan pautkan hati,dan mengatakan,"Aku jatuh Cinta". Wahai Ukhti….., renungkanlah hal ini…..Kebahagiaan tetaplah rahasia Ilahi, meskipun ‘sejuta manusia’ menggapai langit dan menggali bumi, demi kebahagiaan sejati. Keyakinan terhadap takdir, menjunjung manusia ke arah ketabahan, kepasrahan dan keteduhan hati. Keihlasan, bak mutiara terpendam, menyorotkan cahaya pasrah, menyambut keridhoan ilahi. Peneladanan terhadapmu, wahai Nabiku, seringkali menggeser segala kesukaan kami terhadap segenap penghuni bumi. Itulah sebabnya, kehambaan kami bertahan hingga kini. Saudari muslimah, berbahagialah dengan takdirmu, niscaya keabadian menghampirimu dengan segala keindahannya. Saudari muslimah, berbahagialah dengan keislamanmu, niscaya surga dunia, juga surga akherat, berkenan menyambutmu…Wahai Ukhti….., pikirkanlah hal ini…..Ukhti…Besarnya kerudungmu tidak menjamin sama dengan besarnya semangat jihadmu menuju ridho tuhanmu, bahkan bisa jadi kerudung besarmu hanya akan di jadikan sebagai identitasmu saja, supaya bisa mendapat gelar akhwat dan di kagumi oleh banyak ikhwan, jangan sampai ya ukhti……….Ukhti…tertutupnya tubuhmu Tidak menjamin bisa menutupi aib saudaramu, keluargamu bahkan diri anti sendiri, coba perhatikan sekejap saja, apakah aib saudaramu, teman dekatmu bahkan keluargamu sendiri sudah tertutupi, bukankah kebiasaan buruk seorang perempuan selalu terulang dengan tanpa di sadari melalui ocehan-ocehan kecil sudah membekas semua aib keluargamu, aib sudaramu, bahkan aib teman dekatmu melalui lisan manis mu. jangan sampai ya ukhti……….Ukhti…lembutnya suaramu mungkin selembut sutra bahkan lebih dari pada itu, tapi akankah kelembutan suara anti sama dengan lembutnya kasihmu pada sauadaramu, pada anak-anak jalanan, pada fakir miskin dan pada semua orang yang menginginkan kelembutan dan kasih sayangmuUkhti…lembutnya Parasmu tak menjamin selembut hatimu, akankah hatimu selembut salju yang mudah meleleh dan mudah terketuk ketika melihat penderitaan orang lain, akankah selembut itu hatimu ataukah sebaliknya hatimu sekeras batu yang ogah dan cuek melihat ketertindasan orang lain.Ukhti…Rajinnya tilawahmu tak menjamin serajin dengan shalat malammu, mungkinkah malam-malammu di lewati dengan rasa rindu menuju tuhanmu dengan bangun di tengah malam dan di temani dengan butiran-butiran air mata yang jatuh ke tempat sujud mu serta lantunan tilawah yang tak henti-hentinya berucap membuat setan terbirit-birit lari ketakutan, atau sebaliknya, malammu selalu di selimuti dengan tebalnya selimut setan dan di nina bobokan dengan mimpi-mimpi dunia bahkan lupa kapan bangun shalat subuh.Ukhti…Cerdasnya dirimu tak menjamin bisa, mencerdaskan sesama saudaramu dan keluargamu, mungkinkah temanmu bisa ikut bergembira menikmati ilmu-ilmunya seperti yang anti dapatkan, ataukah anti tidak peduli sama sekali akan kecerdasan temanmu, saudaramu bahkan keluargamu, sehingga membiarkannya begitu saja sampai mereka jatuh ke dalam lubang yang sangat mengerikan yaitu maksiatUkhti…cantiknya wajahmu tidak menjamin kecantikan hatimu terhadap saudaramu, temanmu bahkan diri anti sendiri, pernahkah anti menyadari bahwa kecantikan yang anti punya hanya tiitpan ketika muda, apakah sudah tujuh puluh tahun kedepan anti masih terlihat cantik.Ukhti…tundukan pandanganmu yang jatuh ke bumi tidak menjamin sama dengan tundukan semangatmu untuk berani menundukan musuh-musuhmu, terlalu banyak musuh yang akan anti hadapi mulai dari musuh-musuh islam sampai musuh hawa nafsu pribadimu yang selalu haus dan lapar terhadap perbuatan jahatmu,Ukhti…lirikan matamu yang menggetarkan jiwa tidak menjamin dapat menggetarkan hati saudaramu yang senang bermaksiat, coba anti perhatikan dunia sekelilingmu masih banyak teman, saudara bahkan keluarga anti sendiri belum merasakan manisnya islam dan iman mereka belum merasakan apa yang anti rasakan, bisa jadi salah satu dari kleuargamu masih gemar bermaksiat, sanggupkah anti menggetarkan hati-hati mereka supaya mereka bisa merasakan sama apa yang kamu rasakan yaitu betapa lezatnya hidup dalam kemulyaan islamUkhti…tebalnya kerudungmu tidak menjamin setebal imanmu pada sang kholikmu, anti adalah salah satu sasaran setan durjana yang selalu mengintai dari semua penjuru mulai dari depan belakang atas bawah semua setan mengintaimu, imanmu dalam bahaya, hatimu dalam ancaman, tidak akan lama lagi imanmu akan terobrak abrik oleh tipuan setan jika imanmu tidak betul-betul di jaga olehmu, banyak cara yang harus anti lakukan mulai dari diri sendiri, dari yang paling kecil dan seharusnya di lakukan sejak dari sekarang, kapan lagi coba….Ukhti…Putihnya kulitmu tidak menjamin seputih hatimu terhadap saudaramu, temanmu bahkan keluargamu sendiri, masih kah hatimu terpelihara dari berbagai penyakit yang merugikan seperti riya dan ujub, pernahkah anti membanggakan diri ketika kesuksesan dakwah telah di raih dan merasa diri paling wah, merasa diri paling aktif, bahkan merasa diri paling cerdas di tas rata-rasat akhwat yang lain, sekeras itukah haitmu, lalu di manakah beningnya hatimu, dan putihnya cintamuUkhti…rajinnya ngajimu tidak menjamin serajin infakmu ke mesjid atau mushola, sadarkah anti kalo kotak-kotak nongkrong di masjid masih terliat kosong dan menghawatirkan, tidakkah anti memikirkan infaq sedikit saja, bahkan kalaupun infaq, kenapa uang yang paling kecil dan paling lusuh yang anti masukan, maukah anti di beri rizki sepelit itu.Ukhti…rutinnya ta’limmu tidak menjamin serutin puasa sunah senin kamis yang anti laksanakan , kejujuran hati tidak bisa di bohongi, kadang semangat fisik begitu bergelora untuk di laksankan tapi, semangat ruhani tanpa di sadari turun drastis, puasa yaumul bith pun terlupakan apalagi puasa senin kamis yang di rasakan terlalu sering dalam seminggu, separah itukah hati anti, makanan fisik yang anti pikirkan dan ternyata ruhiyah pun butuh stok makanan, kita tidak pernah memikirkan bagaimana akibatnya kalau ruhiyah kurang giziUkhti…manisnya senyummu tak menjamin semanis rasa kasihmu terhadap sesamamu, kadang sikap ketusmu terlalu banyak mengecewakan orang sepanjang jalan yang anti lewati, sikap ramahmu pada orang anti temui sangat jarang terlihat, bahkan selalu dan selalu terlihat cuex dan menyebalkan, kalau itu kenyataanya bagaiamana orang lain akan simpati terhadap dakwah kita., ingat!!! Dakwah tidak memerlukan anti tapi… antilah yang memerlukan dakwah, kita semua memerlukan dakwahUkhti…rajinnya shalat malammu tidak menjamin keistiqomahan seperti rosulullah sebagai panutanmu,Ukhti…ramahnya sikapmu tidak menjamin seramah sikapmu terhadap sang kholikmu, masihkah anti senang bermanjaan dengan tuhanmu dengan shalat duhamu, shalat malammu?Ukhti…dirimu bagaikan kuntum bunga yang mulai merekah dan mewangi, akankah nama harummu di sia-siakan begitu saja dan atau sanggupkah anti ketika sang ikhwan akan segara menghampirimuUkhti…masih ingatkah anti terhadap pepatah yang masih teringiang sampai saat ini bahwa akhwat yang baik hanya untuk ikhwan yang baik, jadi siap-siaplah sang ikhwan akan menjemputmu di pelaminan hijaumuUkhti…Baik buruk parasmu bukanlah satu-satunya jaminan akan sukses masuk dalam surga rabbmu. maka, tidak usah berbangga diri dengan parasmu yang molek, tapi berbanggalah ketika iman dan taqwamu sudah betul-betul terasa dan terbukti dalam hidup sehari-harimuUkhti…muhasabah yang anti lakukan masihkah terlihat rutin dengan menghitung-hitung kejelekan sikap anti yang di lakukan siang hari, atau bahkan kata muhasabah itu sudah tidak terlintas lagi dalam hatimu, sungguh lupa dan sirna tidak ingat sedikitpun apa yang harus di lakukan sebelum tidur, anti tidur mendengkur begitu saja dan tidak pernah kenal apa itu muhasabah, kenapa muhasabah tidak di jadikan sebagai moment untuk perbaikan diri bukankah akhwat yang baik hanya akan mendapatkan ikhwah yang baikUkhti…pernahkah anti bercita-cita ingin mendapatkan suami ikhwan yang ideal, wajah yang manis, badan yang kekar, dengan langkah tegap dan pasti, bukankah apa yang anti pikirkan sama dengan yang ikhwan pikirkan yaitu ingin mencari istri yang solehah, kenapa tidak dari sekarang anti mempersiapkan diri menjadi seorang yang solehahUkhti…apakah kebiasaan buruk wanita lain masih ada dan hinggap dalam diri anti, seperti bersikap pemalas dan tak punya tujuan atau lama-lama nonton tv yang tidak karuan dan hanya akan mengeraskan hati sampai lupa waktu, lupa Bantu 0rang tua, kapan akan menjadi anak yang biruwalidain, kalau memang itu terjadi jadi sampai kapan, mulai kapan anti akan mendapat gelar akhwat solehah,Ukhti… hatimu di jendela dunia, dirimu menjadi pusat perhatian semua orang, sanggupkah anti menjaga izzah yang anti punya, atau sebaliknya anti bersikap acuh tak acuh terhadap penilaian orang lain dan hal itu akan merusak citra akhwat yang lain, kadang orang lain akan mempunyai persepsi di sama ratakan antara akhwat yang satu dengan akhwat yang lain, jadi kalo anti sendiri membuat kekeliruan dalam akhlak maka akan merusak citra akhwat yang lainUkhti…dirimu menjadi dambaan semua orang, karena yakinlah preman sekalipun, bahkan brandal sekalipun tidak menginginkan istri yang akhlaknya bobrok tapi semua orang menginginkan istri yang solehah, siapkah anti sekarang menjadi istri solehah yang selalu di damba-dambakan oleh semua orang. Mohon maaf apabila goresan penaku menyakiti sebagian atau bahkan semua akhwat yang dalam proses menuju kesholehan.Goresan Pena dari seorang lelaki yang mendambakan akhwat sholehah dan mengharapkan ampunan dari Allah Subhanallahu wata’aala, karena dosa-dosaku. Al Faqir Ilallah. Ditulis oleh: Kustoro Sumber: Baiti Janatti
Inilah goresan pena dari sang ikhwan (ana) yang mendambakan akhwat sholehah, yang bisa bersama untuk mencintai Mu Ya Robbi dan mencintai Muhammad Shalallahu’alaihi wassalam. Yaa……Rabbi…….. Aku berdoa untuk seorang akhwat yang akan menjadi bagian dari hidupku Seseorang yang sangat mencintaiMu lebih dari segala sesuatu Seorang yang akan meletakkanku pada posisi di hatinya setelah Engkau dan Muhammad shallahu’alaihiwasalam Seseorang yang hidup bukan untuk dirinya sendiri, tapi juga untuk-Mu dan orang lain Wajah, fisik, status atau harta tidaklah penting Yang terpenting adalah hati yang sungguh mencintai dan dekat dengan Engkau Dan berusaha menjadikan sifat-sifat baikMu ada pada pribadinya Dan ia haruslah mengetahui bagi siapa dan untuk apa ia hidup Sehingga hidupnya tidak sia-sia Seseorang yang memiliki hati yang bijak, tidak hanya otak yang cerdas Seseorang yang tidak hanya mencintaiku, tapi juga menghormatiku Seorang yang tidak hanya memujaku, tetapi juga dapat menasehatiku Seseorang yang mencintaiku bukan karena fisikku, hartaku atau statusku tapi karena Engkau Seorang yang dapat menjadi sahabat terbaikku dalam setiap waktu dan situasi Seseorang yang membuatku merasa sebagai lelaki shalehah ketika aku berada di sisinya Seseorang yang bisa menjadi asisten sang nahkoda kapal Seseorang yang bisa menjadi penuntun kenakalan balita yang nakal Seseorang yang bisa menjadi penawar bisa Seseorang yang sabar mengingatkan saat diriku lancang Ya..Rabbi…… Aku tak meminta seseorang yang sempurna Hingga aku dapat membuatnya sempurna di mataMu Seseorang yang membutuhkan dukunganku sebagai peneguhnya Seorang yang membutuhkan doaku untuk kehidupannya Seseorang yang membutuhkan senyumku untuk mengatasi kesedihannya Seseorang yang membutuhkan diriku untuk membuat hidupnya lebih hidup Aku tidak mengharap dia semulia Fatimah Radhiyallahuanha, tidak setaqwa Aisyah Radhiyallahuanha ,Pun tidak secantik Zainab Radhiyallahuanha, apalagi sekaya Khodijah Radhiyallahuanha. Aku hanya mengharap seorang akhwat akhir zaman, Yang punya cita-cita mengikuti jejak mereka, Membangun keturunan yang sholeh, Membangun peradaban, dan membuat Rasulullah shallahu’alaihiwasalam bangga di akhirat Karena aku sadar aku bukanlah orang yang semulia abu baker Radhiyallahu, Atau setaqwa umar Radhiyallahu, pun setabah Ustman Radhiyallahu, Ataupun sekaya Abdurrahman bin auf Radhiyallahu, setegar zaid Radhiyallahu Juga segagah Ali Radhiyallahu, apalagi setampan usamah Radhiyallahu. Aku hanyalah seorang lelaki akhir zaman yang punya cita - cinta Ya…..Rabbii ……. Aku juga meminta, Jadikanlah ia sandaran bagiku Buatlah aku menjadi ikhwan yang dapat membuatnya bangga Berikan aku hati yang sungguh mencintaiMu sehingga aku dapat mencintainya dengan sepenuh jiwaku Berikanlah sifat yang lembut, sehingga auraku datang dariMu Berikanlah aku tangan sehingga aku mampu berdoa untuknya Berikanlah aku penglihatan sehingga aku dapat melihat banyak kebaikan dalam dirinya Berikanlah aku lisan yang penuh dengan kata-kata bijaksana, Mampu memberikan semangat serta mendukungnya setiap saat kokohnya benteng tidak bisa dibangun dalam semalam, namun bisa hancur dalam sedetik Kota Baghdad tak dibangun dalam sehari, namun bisa hancur dalam sekejap Perkawinan tak dirajut dalam pertimbangan sesaat, namun bisa saja terberai dalam sesaat Pernikahan, bukanlah akhir dari sebuah perjalanan Tapi awal sebuah langkah Karenanya, jadikanlah kelak pernikahan kami sebagai titian Untuk belajar kesabaran & ridho-Mu, ya Rabbi Dan bilamana akhirnya kami berdua bertemu, aku berharap kami berdua dapat mengatakan: " Betapa Maha Besarnya Engkau karena telah memberikan kepadaku pasangan yang dapat membuat hidupku menjadi sempurna". Aku mengetahui bahwa Engkau ingin kami bertemu pada waktu yang tepat Dan Engkau akan membuat segalanya indah pada waktu yang telah Engkau tentukan…. Astaghfirullah, Wallahu’alam bisshowab Dari ikhwan yang membutuhkan ampunan Allah azzawajalla, dan mengharapkan doaku dikabulkanNYA untuk mendapatkan istri yang sholehah Ditulis oleh: Kustoro Sumber: Baiti Jannati
Manusia dijadikan oleh Allah Azza Wa Jalla bukan secara sia-sia ataupun untuk membuang masa. Maha suci Allah Subhanahu Wa Ta'ala dari sifat ke-Mahaan-Nya. Manusia dijadikan sebagai hamba untuk mengabdikan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Kita ditakdirkan lahir lengkap dengan segenap karunia dan nikmat Allah Azza Wa Jalla. Tuk menjadi hamba dan menghamba hanya pada-Nya. Perhambaan ini adalah sepenuh raga, tenaga, masa, dan sepanjang waktu. Malahan seluruh alam, termasuk segala macam binatang pun mengabdikan diri kepada Allah.............. Tapi malang, terdapat juga manusia suka memperbodohkan diri. Karena lebih senang bertuhankan manusia lain dan hawa nafsu. Kesulitan yang tak segera berujung menghimpun iman menjadi gersang, aqidah meranggas, jiwa goyah, resah, gelisah, bukan tak tahu apa sebabnya. Tahu... Karena diri jauh dari-Nya. Tahu... Karena diri telah meninggalkan petunjuk Nya Tahu... Karena diri menempuh jalan yang salah. Apabila manusia terlupa dan sengaja melupakan tujuan penghambaannya, maka tiadalah kehidupan itu kecuali bermain-main. Bermain-main untuk menghabiskan masa umur yang terasa begitu panjang, padahal umurnya pendek. Adakah episode kehidupan kita akan menjadi suatu kisah perjuangan yang bercita-cita besar atau sekadar kisah pentabdziran makanan dan oksigen di muka bumi? Kehidupan ini hanya sekali, gunakan ia sebaik-baiknya, supaya ia menjadi saksi di akherat nanti sebagai bukti penghambaan kita sebelum terlewat.
Segala puji bagi Mu, wahai Pemilik Kedermawanan, Keagungan dan Ketinggian. Engkau Maha Agung, memberi dan mencagah siapa yang Kau kehendaki. Hanya kepada-Mu kumengadu di saat sulit dan bahagia, wahai Tuhanku, Penciptaku, Pelindungku, dan Penolongku. Illahi.......... Jika dosa telah menumpuk, maka ma'af-Mu lebih agung dan lebih lapang dari dosaku. Illahi.......... Jika kuturuti segala kehendak nafsuku, maka kini aku berkelana di sahara penyesalan. Illahi......... Engkau melihat kefakiran dan kepapaanku, sedangkan Engkau mendengar munajatku yang tersembunyi. Illahi......... Jangan Kau putus harapanku dan jangan biarkan hatiku tersesat, karena asaku tertumpu pada aliran karunia-Mu. Illahi......... Jangan Kau sia-siakan aku atau Kau campakkan aku, maka siapa lagi yang dapat kuharap dan kujadikan penyafaat. Illahi......... Lindungilah aku dari siksa-Mu, karena aku adalah hamba-Mu yang terpenjara, hina, takut dan bersimpuh pada-Mu. Illahi......... Bahagiakan aku dengan mengajarkan hujjahku bila aku sudah kembali ke alam kuburku. Illahi.......... Jika Kau siksa aku seribu tahun, maka temali harapanku pada-Mu tak kan terputus. Illahi.......... Biarkan aku menrasakan manisnya ma'af-Mu pada hari tiada keturunan dan harta yang bermanfaat di sana. Illahi.......... Jika Kau tak menjagaku, niscaya aku kan binasa, dan jika Kau memeliharaku, maka aku takkan binasa. Illahi......... Jika Engkau tak ma'afkan pendosa, maka siapakah yang akan orang jahat yang berlumuran hawa nafsu? Illahi......... Jika aku teledor dalam mencari ketaqwa'an, maka kini aku berlari mengejar ma'af-Mu. Illahi......... Jika aku berbuat kesalahan tanpa sepengetahuanku, aku selalu menghartap-Mu sehingga orang-orang berkata "Alangkah tidak takutnya ia!" Illahi.......... Dosa-dosaku telah menumpuk bak gunung menjulang, namun ampunan-Mu lebih agung dan tinggi dari dosaku. Illahi......... Mengingat karunia-Mu dapat menyelamatkan bara (hati dan kekhawatiran)ku, sedangkan mengingat dosa-dosa, maka mengucurlah air mataku. Illahi......... Ampunilah kesalahanku dan musnahkanlah dosa-dosaku, karena aku mengaku, takut dan bersimpuh di haribaan-Mu. Illahi.......... Berilah kebahagiaan dan ketenangan padaku, karena ku takkan mengetuk pintu selain-Mu. Illahi.......... Jika Kau usir aku atau Kau hinakan aku, maka apa dayaku dan tak ada yang bisa kuperbuat, ya Rabbi?..... Illahi.......... Pencinta-Mu kan terjaga sepanjang malam, bermunajat dan memohon kepada-Mu, sedangkan orang yang terlupa akan terlelap dalam tidur. Illahi........... Mkhluk ini berada di atara dua tidur, maka kala sadar ia bersimpuh di malam hari. Mereka semua mengharap karuni agung-Mu, mengharap rahmat-Mu yang agung dan menginginkan keabadian. Illahi.......... Asaku memberikan sebuah harapan kebahagiaan, sedang keburukan dosaku akan menghinakanku. Illahi.......... Jika Kau mengampuniku, maka ma'af-Mu adalah penyelamatku, dan jika tidak, aku akan hancur dengan dosa yang membinasakan ini. Illahi.......... Bangkitkanlah aku dalam agama Muhammad dan segera bertaubat, bertaqwa, khusyu' dan bersimpuh di haribaabn-Mu. Illahi.......... Curahkanlah sholawat atas kami, atas mereka, selama para muwahhid memohon dan orang-orang shaleh bermunajat bersimpuh di pintu-Mu ................ Amin ya Rabb al 'alamin.
Tatkala hatiku keras dan jalan-jalanku sempit maka aku jadikan harapanku terhadap ma'afMu menjadi tangga. Dosaku begitu besar tapi jika menatapMu, pengampunan-Mu jauh lebih besar. Ya Allah,,,,,,,,,, Anugerahilah kami kebersihan ma'rifat dan muliakanlah kami dengan baiknya hubungan antara kami dan Kamu di atas sunnah. Berikanlah kami rizki dengan kebenaran tawwakal kepada-Mu dan baik sangka pada-Mu. Anugerahilah kami sesuatu yang bisa mendekatkanku pada-Mu. Dan ma'afkanlah kami dengan kasih sayang-Mu, wahai Yang Maha Penyayang. Tanpa kemuliaan-Mu yang Agung, aku hanya bisa berdiri dengan hina, terhadap samudra rahasia-Mu, aku tak punya ilmu. Di telaga nama-nama Mu yang indah, segala prosa dan puisi tenggelam. Sejak hari "Alastu bi Rabbikum", orang-orang dungu terhadap nama-Mu, lalu Kau ajari mereka nama-nama itu. Kami telah minum serat cinta dan belas kasih-Mu, hingga kami tidak lapar dan tidak haus. MengingatiMu hati karatku belum mampu menjadi tenang Namun.......... MengingatiMu mampu mengingatkan dosaku yang begitu besar Maka............ MengingatiMu, kutahu masih ada ruang pengampunanMu MengingatiMu mampu memagari nafsu MengingatiMu mampu mendidik jiwa Ya Allah.......... Tanpa ihsan-Mu masa amat mencemburuiku....... Permudahkanlah aku menggilap hati ini....... Agar cahaya di bawah lapisan itu....... Dapat menyinari baitul muslim ini. Moga kasih-Mu ya Allah, Senantiasa melindungi kami dalam naungan rahmat-Mu. Amin ya Rabb al 'alamin.
Ya Allah........ Dengarlah jeritan kepedihan hati ini yang sarat dosa. Aku yang lemah tidak berdaya , tetap juga mati dan mati. Ya Allah....... Pimpinlah aku untuk terus di jalan itu. Aku yang berlumuran dosa, tenggelam dalam lautan noda, sungguh malu menghadap menatap MU. Aku yang hina tak punya apa. Tertipu dunia. Buta dari cahaya Mu. Wahai, Penawar segala sengsara. Pimpinlah aku di jalan-Mu agar tidak lagi ku kecewa. Mengutip kurap-kurap dosa, mengharap pada yang fana. Dosa........ Apa yang kita tahu tentang dosa?................ Coba kita renung balik tahun-tahun yang telah berlalu... Berapa banyakkah dosa yang telah kita lakukan... Sebelum tidur, baiklah kiranya kita renung balik ke dalam diri kita... berapa banyakkah dosa yang telah kita lakukan dalam hari-hari yang telah berlalu..... Coba kita pandang pada cermin, tentunya mereka yang masih mengingati akan dosa kan merasa bersalah... Mereka akan berkata kepada diri mereka sendiri. "Wajah inilah yang memandang yang haram. Mata inilah yang melihat kaum bukan sejenisku dengan perasaan berbaur... Mulut inilah yang kadang kala 'gatal' untuk merasa yang haram... Hidung inilah yang segar ketika menghirup minyak-minyak wangi yang bercampur alkohol."............ Entah kapan akan berubah... Semoga hidup kita yang masih tidak tahu sampai kapan ini dijauhkan dari dosa... Semakin lama hidup, semakin bertambah pahala... bukannya dosa..................... Dari Khalid bin Abi' Imran RA. Ia berkata : "Ketika selesai memberikan tausiyah, Rosulullah berdiri dari duduknya seraya mendo'akan para sahabatnya, 'Ya Allah,,, Jadikan kami orang-orang yang takut akan ketentuan-Mu dan takut bermaksiat kepada-Mu. Jadikan kami orang-orang yang taat kepada-Mu, sehingga kami dapat memenuhi panggilan-Mu ke surga. Berikan kami keyakinan kepada semua ketentuan dan kehendak-Mu agar kami tidak mendpatkan musibah di dunia. Sejukkan pendengaran dan penglihatan kami. Berikan kepada kami kekuatan dari setiap yang Engkau hidupkan, dan jadikan itu turun-temurun untuk keturunan kami. Ya Allah........ Berikan hidayah kepada orang-orang uyg berbuat zalim kepada kami. Berikan kami pertolongan dari orang-orang yang memusuhi kami. Jangan jadikan kami orang yang mengagung-agungkan dunia, dan jangan pernah Engkau gabungkan kami dengan orang-orang yang tidak mencintai dan mengasihi kami." HR. Tirmidzi.
 | MUNAJAT | May 19, '08 1:36 AM for everyone |
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka." Sungguh!!!!!!!! Pujian hanya untuk-Mu. Pemilik segala kekayaan. Raja segala raja. Di langit dan di bumi. Demi Tuhan, tiada sekutu bagi-Mu. Ya Rahman, dengarkanlah rayuan nuraniku. Telah kusahut seruan-Mu. Kubisikkan kalimah rindu. Ingin kumiliki al-Hubb yang Abadi. Teguh qiyam ku menghadap istana agung. Dalam lautan manusia menadah dosa. Masihkah terbuka gerbang maghfirah? Sedang aku seorang ma'asi. Yang terlalu sedikit sujudnya?...... Biarkan,,, Biar basah bumi lahirnya anbiya'. Oleh hujan munajat. Karena, tak tertanggung lagi beban noda. Walau tidak arifku. Bisakah luntur ia dari hati? Suci sejernih air zam-zam?.......... Sadar aku tidak layak menghuni al-Firdaus. Dalam kerendahan ku sembahkan ruku'. Lazim mendamba marcu kasih yang hakiki. Hingga keringat membawa pergi segala dosa. Allahumma... Andai esok ditakdirkan bertemu-Mu di Mahsyar, hanya ridho-Mu yang hamba harap. Ketika diri ini terasa jauh dariMu, ya Allah,,, Ketika dosa dan maksiat mengotori hati ini, ya Allah,,, Ketika ia menjadi resah gelisah dilanda gundah gulana, ya Allah,,, Ketika air mata ini tak lagi mampu mencairkan kekerasannya, ya Allah,,, Kepada siapa lagi harus kupalingkan muka ini, ya Allah,,, Kepada siapa lagi harus kuadukan segala susah sedih di hati, ya Allah,,, Kepada siapa lagi harus kugantungkan harapan ini, ya Allah,,, Kepada siapa lagi harus kumemohon ampun, ya Allah,,, Ya Allah,,, ampunilah aku, ya Allah,,, berikanlah ketenangan bagiku Ya Allah,,, bersihkanlah hatikau dari dosadan maksiat padaMu Ya Allah,,, Engkaulah tempat bergantung Tunjukkanlah kepadaku jalan kebenaran, ya Allah,,, Jauhkanlah dariku jalan kemungkaran, ya Allah,,, Tunjukkanlah bagiku jalan menuju syurga-Mu, ya Allah,,, Jauhkanlah dariku panasnya api neraka-Mu, ya Allah,,, Janganlah Engkau murka kepadaku atas kesalahanku, ya Allah,,, Janganlah Engkau murka atas kealpaanku, ya Allah,,, Betapa besarnya cinta-Mu padaku, ya Allah,,, Betapa murah rizki dan karuni-Mu padaku, ya Allah,,, Allahumma ya Allah,,, Ya arhama raahimiin,,, Astaghfirullah,,, astaghfirullah,,, astaghfirullah al-Adziim. Segala puji kepada-Mu ya Allah, Zat Yang Maha Pencipta. Engkaulah satu-satunya Sang Maha Pencipta, selain daripada-Mu ya Allah semuanya telah diciptakan. Sesungguhnya seluruh ciptaan-Mu ini ya Allahhanya mampu bergantung kepada rahmat-Mu. Tidak ada apa yang makhluk-Mu miliki, hanya harapan kepada rahmat-Mu. Ya Allah, sholawat dan salam buat kekasi-Mu, Rosulullah Muhammad SAW, yang Engkau telah nobatkan dengan sempurna, sebagai Rahmat bagi sekalian alam. Limpahan sholawat dan salam juga buat keluarga Baginda, serta para Sahabat yang telah menyukakan Baginda dengan dakwah dan pengorbanan mereka. Oh, Allah,,, Demi rahmat-Mu yang meliputi segala sesuatu, demi segala nikmat-Mu yang senantiasa mengalir tanpa henti, aku yang faqir ini memohon memohon kekuatan dan taufik daripada Mu, agar hidup dan matiku ini, semata-mata untuk Mu. Karena Mu.................
 | TETAPLAH | May 18, '08 6:20 PM for everyone |
Tetaplah di sini Di jalan keimanan Di jalan ke-Islaman Tetaplah bersama-sama meniti jalan ini sampai usai... Kita semua mungkin telah letih Karena perjalanan ini memang sangat panjang dan amat berliku... Tapi, Tetaplah di sini dan jangan menjauh Yakinlah, kenikmatan yang kita reguk di jalan ini jauh lebih banyak ketimbang yang dilakukan oleh orang-orang yang lalai... Keindahan yang kita alami di sini, sangat lebih indah daripada keindahan yang kerap dibanggakan oleh mereka yang jauh dari jalan ini... Jangan berharap atau tertipu dengan fatamorgana kenikmatan, keindahan, kebahagiaan semua yang sering kita lihat dari orang-orang yang jauh dari Allah Azza Wa Jalla... Tetaplah di sini... Di jalan ini... Jalan Allah... Islam... Yang kita cintai sampai mati...!!!!!!!!!!!!!
Dalam setiap permasalahan apapun suatu pendapat tanpa didukung dengan adanya dalil yang dapat memperkuat pendapatnya, maka pendapat tersebut tidak dapat dijadikan sebagai pegangan. Dan secara otomatis pendapat tersebut tidak mempunyai nilai yang berarti, demikian juga dengan permasalahan ini, maka para ulama yang mengatakan bahwa tawassul diperbolehkan menjelaskan dalil-dalil tentang diperbolehkannya tawassul baik dari nash al-Qur’an maupun hadis, sebagai berikut: A. Dalil dari Al-Qur’an. 1. Allah SWT berfirman dalam surat Almaidah, 35 : “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan.” Suat Al-Isra’, 57: “Orang-orang yang mereka seru itu, mereka sendiri mencari jalan kepada Tuhan mereka siapa di antara mereka yang lebih dekat (kepada Allah) dan mengharapkan rahmat-Nya dan takut akan azab-Nya; sesungguhnya azab Tuhanmu adalah suatu yang (harus) ditakuti.” Maksudnya: Nabi Isa a.s., para malaikat dan ‘Uzair yang disembah Kristian dan Yahudi itu menyeru dan mencari jalan mendekatkan diri kepada Allah. Lafazh Alwasilah dalam ayat ini adalah umum, yang berarti mencakup tawassul terhadap dzat para nabi dan orang-orang sholeh baik yang masih hidup maupun yang sudah mati, ataupun tawassul terhadap amal perbuatan yang baik. 2. Wasilah dalam berdoa sebetulnya sudah diperintahkan sejak zaman sebelum Nabi Muhammad SAW. QS 12:97 mengkisahkan saudara-saudara Nabi Yusuf AS yang memohon ampunan kepada Allah SWT melalui perantara ayahandanya yang juga Nabi dan Rasul, yakni N. Ya’qub AS. Dan beliau sebagai Nabi sekaligus ayah ternyata tidak menolak permintaan ini, bahkan menyanggupi untuk memintakan ampunan untuk putera-puteranya. Mereka berkata: “Wahai ayah kami, mohonkanlah ampun bagi kami terhadap dosa-dosa kami, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang bersalah (berdosa)”. N. Ya’qub berkata: “Aku akan memohonkan ampun bagimu kepada Tuhanku. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (QS 12:97-98) Di sini nampak jelas bahwa sudah sangat lumrah memohon sesuatu kepada Allah SWT dengan menggunakan perantara orang yang mulia kedudukannya di sisi Allah SWT. Bahkan QS 17:57 dengan jelas mengistilahkan “ayyuhum aqrabu”, yakni memilih orang yang lebih dekat (kepada Allah SWT) ketika berwasilah. 3. Ummat Nabi Musa AS berdoa menginginkan selamat dari adzab Allah SWT dengan meminta bantuan Nabi Musa AS agar berdoa kepada Allah SWT untuk mereka. Bahkan secara eksplisit menyebutkan kedudukan N. Musa AS (sebagai Nabi dan Utusan Allah SWT) sebagai wasilah terkabulnya doa mereka. Hal ini ditegaskan QS 7:134. Demikian pula hal yang dialami oleh Nabi Adam AS, sebagaimana QS 2:37 “Kemudian Nabi Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, maka Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Baqarah: 37) “Kalimat” yang dimaksud di atas, sebagaimana diterangkan oleh ahli tafsir berdasarkan sejumlah hadits adalah tawassul kepada Nabi Muhammad SAW, yang sekalipun belum lahir namun sudah dikenalkan namanya oleh Allah SWT, sebagai nabi akhir zaman. Dari Umar ra. Ia berkata: Rasulullah SAAW bersabda, “Tatkala Adam melakukan kesalahan, dia berkata: “Wahai Rabbku, aku memohon kepada-Mu dengan haq Muhammad akan dosa-dosaku, agar Engkau mengampuniku.” Lalu Allah berfirman: “Wahai Adam, bagaimana kamu mengenal Muhammad sedang Aku belum menciptakannya (sebagai manusia) ?” Adam menjawab: “Wahai Rabbku, tatkala Engkau menciptakanku dengan Tangan-Mu dan meniupkan ruh-Mu ke dalam diriku, maka Engkau Mengangkat kepalaku, lalu aku melihat di atas kaki-kaki arsy tertulis ‘Laa Ilaaha illallaah Muhammadur Rasuulullaah’ sehingga aku tahu bahwa Engkau tidak menambahkan ke dalam Nama-Mu kecuali makhluq yang paling Engkau cintai.” Lalu Allah Berfirman: “Benar engkau wahai Adam, sesungguhnya Muhammad adalah makhluq yang paling Aku cintai, berdoalah kepadaku dengan haq dia, maka sungguh Aku Mengampunimu. Sekiranya tidak ada Muhammad, maka Aku tidak menciptakanmu.” [HR. Al-Hakim dalam Al-Mustadrak juz 2 halaman 615, dan beliau mengatakan shahih. Juga Al-Baihaqi dalam Dalailun Nubuwwah. Ibnu Taimiyah mengutipnya dalam kitab Al-Fatwa juz 2 halaman 150, dan beliau menggunakannya sebagai tafsir/penjelasan bagi hadits-hadits yang shahih] 4. Bertawassul ini juga diajarkan oleh Allah SWT di QS 4:64 bahkan dengan janji taubat mereka pasti akan diterima. Syaratnya, yakni mereka harus datang ke hadapan Rasulullah dan memohon ampun kepada Allah SWT di hadapan Rasulullah SAW yang juga mendoakannya. “Dan Kami tidak mengutus seseorang rasul melainkan untuk ditaati dengan seizin Allah. Sesungguhnya jikalau mereka ketika menganiaya dirinya datang kepadamu, lalu memohon ampun kepada Allah, dan Rasulpun memohonkan ampun untuk mereka, tentulah mereka mendapati Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” (QS. An-Nisa: 64) B. Dalil dari hadits. a. Tawassul dengan nabi Muhammad SAW sebelum lahir Sebagaimana nabi Adam AS pernah melakukan tawassul kepada nabi Muhammad SAW. Imam Hakim Annisabur meriwayatkan dari Umar berkata, bahwa Nabi bersabda : “Rasulullah s.a.w. bersabda:”Ketika Adam melakukan kesalahan, lalu ia berkata Ya Tuhanku, sesungguhnya aku memintaMu melalui Muhammad agar Kau ampuni diriku”. Lalu Allah berfirman:”Wahai Adam, darimana engkau tahu Muhammad padahal belum aku jadikan?” Adam menjawab:”Ya Tuhanku ketika Engkau ciptakan diriku dengan tanganMu dan Engkau hembuskan ke dalamku sebagian dari ruhMu, maka aku angkat kepalaku dan aku melihat di atas tiang-tiang Arash tertulis “Laailaaha illallaah muhamadun rasulullah” maka aku mengerti bahwa Engkau tidak akan mencantumkan sesuatu kepada namaMu kecuali nama mahluk yang paling Engkau cintai”. Allah menjawab:”Benar Adam, sesungguhnya ia adalah mahluk yang paling Aku cintai, bredoalah dengan melaluinya maka Aku telah mengampunimu, dan andaikan tidak ada Muhammad maka tidaklah Aku menciptakanmu” Imam Hakim berkata bahwa hadis ini adalah shohih dari segi sanadnya. Demikian juga Imam Baihaqi dalam kitabnya Dalail Annubuwwah, Imam Qostholany dalam kitabnya Almawahib 2/392 , Imam Zarqoni dalam kitabnya Syarkhu Almawahib Laduniyyah 1/62, Imam Subuki dalam kitabnya Shifa’ Assaqom dan Imam Suyuti dalam kitabnya Khosois Annubuwah, mereka semua mengatakan bahwa hadis ini adalah shohih. Dan dalam riwayat lain, Imam Hakim meriwayatkan dari Ibnu Abbas. Beliau mengatakan bahwa hadits ini adalah shohih dari segi sanad, demikian juga Syekh Islam Albulqini dalam fatawanya mengatakan bahwa ini adalah shohih, dan Syekh Ibnu Jauzi memaparkan dalam permulaan kitabnya Alwafa’ , dan dinukil oleh Ibnu Kastir dalam kitabnya Bidayah Wannihayah 1/180. b. Tawassul dengan nabi Muhammad SAW dalam masa hidupnya. Dari Utsman bin Hunaif: “Suatu hari seorang yang lemah dan buta datang kepada Rasulullah s.a.w. berkata: “Wahai Rasulullah, aku tidak mempunyai orang yang menuntunku dan aku merasa berat” Rasulullah berkata”Ambillah air wudlu, lalu beliau berwudlu dan sholat dua rakaat, dan berkata:”bacalah doa (artinya)” Ya Allah sesungguhnya aku memintaMu dan menghadap kepadaMu melalui nabiMu yang penuh kasih sayang (nabiyur-rahmah), wahai Muhammad sesungguhnya aku menghadap kepadamu dan minta tuhanmu melaluimu agar dibukakan mataku, Ya Allah berilah ia syafaat untukku dan berilah aku syafaat”. Utsman berkata:”Demi Allah kami belum lagi bubar dan belum juga lama pembicaraan kami, orang itu telah datang kembali dengan segar bugar”. (HR. Hakim dalam Mustadrak) Beliau mengatakan bahwa hadis ini adalah shohih dari segi sanad walaupun Imam Bukhori dan Imam Muslim tidak meriwayatkan dalam kitabnya. Imam Dzahabi mengatakatan bahwa hadis ini adalah shohih, demikian juga Imam Turmudzi dalam kitab Sunannya bab Daa’wat mengatakan bahwa hadis ini adalah hasan shohih ghorib. Dan Imam Mundziri dalam kitabnya Targhib Wat-Tarhib 1/438, mengatakan bahwa hadis ini diriwayatkan oleh Imam Nasai, Ibnu Majah dan Imam Khuzaimah dalam kitab shohihnya. c. Tawassul dengan nabi Muhammad SAW setelah meninggal. Dari Aus bin Abdullah: “Sautu hari kota Madina mengalami kemarau panjang, lalu datanglah penduduk Madina ke Aisyah (janda Rasulullah s.a.w.) mengadu tentang kesulitan tersebut, lalu Aisyah berkata: “Lihatlah kubur Nabi Muhammad s.a.w. lalu bukalah sehingga tidak ada lagi atap yang menutupinya dan langit terlihat langsung”, maka merekapun melakukan itu kemudian turunlah hujan lebat sehingga rumput-rumput tumbuh dan onta pun gemuk, maka disebutlah itu tahun gemuk” (HR. Imam Darimi) Dari Anas bin malik bahwa Umar bin Khattab ketika menghadapi kemarau panjang, mereka meminta hujan melalui Abbas bin Abdul Muttalib, lalu Abbas berkata:”Ya Tuhanku sesungguhkan kami bertawassul (berperantara) kepadamu melalui nabi kami maka turunkanlah hujan dan kami bertawassul dengan paman nabi kami maka turunkanlau hujan kepada, lalu turunlah hujan. (HR. Bukhari) d. Nabi Muhammad SAW melakukan tawassul. Dari Abi Said al-Khudri: Rasulullah s.a.w. bersabda:”Barangsiapa keluar dari rumahnya untuk melaksanakan sholat, lalu ia berdoa: (artinya) Ya Allah sesungguhnya aku memintamu melalui orang-orang yang memintamu dan melalui langkahku ini, bahwa aku tidak keluar untuk kejelekan, untuk kekerasan, untuk riya dan sombong, aku keluar karena takut murkaMu dan karena mencari ridlaMu, maka aku memintaMu agar Kau selamatkan dari neraka, agar Kau ampuni dosaku sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali diriMu”, maka Allah akan menerimanya dan seribu malaikat memintakan ampunan untuknya”. (HR. Ibnu Majah, Imam Ahmad, Ibnu Khuzaimah, Abu Na’im dan Ibnu Sunni. Al-Hafizh Abu Hasan mengatakan bahwa hadis ini adalah hasan. Al-Hafizh Ibnu Hajar mengatakan bahwa hadis ini adalah hasan dan diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Ibnu Khuzaimah, Abu Na’im dan Ibnu Sunni. Imam Al I’roqi dalam mentakhrij hadis ini dikitab Ihya’ Ulumiddin mengatakan bahwa hadis ini adalah hasan. Imam Bushiri mengatakan bahwa hadis ini diriwayatkan oleh Imam Ibnu Khuzaimah dan hadis ini shohih). Pandangan Para Ulama’ Tentang Tawassul Untuk mengetahui sejauh mana pembahasan tawassul telah dikaji para ulama, ada baiknya kita tengok pendapat para ulama terdahulu. Kadang sebagian orang masih kurang puas, jika hanya menghadirkan dalil-dalil tanpa disertai oleh pendapat ulama’, walaupun sebetulnya dengan dalil saja tanpa harus menyartakan pendapat ulama’ sudah bisa dijadikan landasan bagi orang meyakininya. Namun untuk lebih memperkuat pendapat tersebut, maka tidak ada salahnya jika disini dipaparkan pandangan ulama’ mengenai hal tersebut. Pandangan Ulama Madzhab Pada suatu hari ketika kholifah Abbasiah Al-Mansur datang ke Madinah dan bertemu dengan Imam Malik, maka beliau bertanya:”Kalau aku berziarah ke kubur nabi, apakah menghadap kubur atau qiblat? Imam Malik menjawab:”Bagaimana engkau palingkan wajahmu dari (Rasulullah) padahal ia perantaramu dan perantara bapakmu Adam kepada Allah, sebaiknya menghadaplah kepadanya dan mintalah syafaat maka Allah akan memberimu syafaat”. (Al-Syifa’ karangan Qadli ‘Iyad al-Maliki jus: 2 hal: 32). Demikian juga ketika Imam Ahmad Bin Hambal bertawassul kepada Imam Syafi’i dalam doanya, maka anaknya yang bernama Abdullah heran seraya bertanya kepada bapaknya, maka Imam Ahmad menjawab :”Syafii ibarat matahari bagi manusia dan ibarat sehat bagi badan kita” Demikian juga perkataan imam syafi’i dalam salah satu syairnya: “Keluarga nabi adalah familiku, Mereka perantaraku kepadanya (Muhammad), aku berharap melalui mereka, agar aku menerima buku perhitunganku di hari kiamat nanti dengan tangan kananku” Pandangan Imam Taqiyuddin Assubuky Beliau memperbolehkan dan mengatakan bahwa tawassul dan isti’anah adalah sesuatu yang baik dan dipraktekkan oleh para nabi dan rosul, salafussholeh, para ulama,’ serta kalangan umum umat islam dan tidak ada yang mengingkari perbuatan tersebut sampai datang seorang (yang dianggap) ulama’ yang mengatakan bahwa tawassul adalah sesuatu yang bid’ah. (Syifa’ Assaqom hal. 160) Pandangan Ibnu Taimiyah Syekh Ibnu Taimiyah dalam sebagian kitabnya memperbolehkan tawassul kepada nabi Muhammad SAW tanpa membedakan apakah Beliau masih hidup atau sudah meninggal. Beliau berkata : “Dengan demikian, diperbolehkan tawassul kepada nabi Muhammad SAW dalam doa, sebagaimana dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Turmudzi : Rasulullah s.a.w. mengajari seseorang berdoa: (artinya)”Ya Allah sesungguhnya aku meminta kepadaMu dan bertwassul kepadamu melalui nabiMu Muhammad yang penuh kasih, wahai Muhammad sesungguhnya aku bertawassul denganmu kepada Allah agar dimudahkan kebutuhanku maka berilah aku sya’faat”. Tawassul seperti ini adalah bagus (fatawa Ibnu Taimiyah jilid 3 halaman 276) Pandangan Imam Syaukani Beliau mengatakan bahwa tawassul kepada nabi Muhammad SAW ataupun kepada yang lain (orang sholeh), baik pada masa hidupnya maupun setelah meninggal adalah merupakan ijma’ para shohabat. (dari www.pesantrenvirtual.com)
Ya Robbi................... Inilah catatan perjalannaku yang baru. Setelah sekian lama diri terbiar sesat dalam sadar, aku kembali pada-Mu. Aku pulang dengan tangisan yang tidak dapat kuhentikan. Pun, harapanku hanyalah agar Engkau masih menerima kepulangan ini. Ya Robbi................... Engkaulah sumber rejekiku. Kenapa hatiku terlalu sesak memikirkannya sedang Engkaulah yang menguruskan segalanya. Semuanya adalah, dari sisi-Mu juga datang dan perginya. Bawalah aku ke jalan-Mu yang lurus, terang dan tenang. Ya Robbi................... Engkaulah sumber keamanan. Kenapa hatiku masih mencarinya dari manusia? Engkaulah sumber cinta dan kebahagiaan. Kenapa aku masih mendambakannya dari manusia? Ya Robbi................... Dipukul gelombang dunia yang ganas, ditiup angin taufan nafsu, akhirnya aku terdampar di kaki takdir-Mu dalam kesakitan. Ya Allah, wahai pelindungku, berilah pengampunan-Mu kepadaku. Berilah cinta dan kasih sayang-Mu kepadaku. Wahai Yang Memiliki cinta. Wahai Pemilik Cinta Yang Agung. Ya Robbi................... Ya Arhamarrohimiin.......... Irhamna Birohmatika..............
Ya Allah................... Milik-Mu segalanya ini. Ketakutan ini. Rasa kasih ini. Debaran hatiku milik-Mu. Semuanya kupinjam. Semuanya anugerah. Segalanya ujian. Aku menyeru nama-Mu. Aku mencari-Mu. Perjalanan hidup yang kulalaui, pada-Mu sajalah tempat akan kembali. Janganlah Engkau memarahiku. Janganlah Engkau membanciku. .......... Ya Allah.................... Janganlah Engkau jadikan anugerah yang Engkau berikan kepadaku sebagai hijab yang melindungi aku dari pandangan-Mu. Janganlah Engkau jadikan ujian yang Engkau timpakan kepadaku sebagai hijab yang akan nmemisahkanku dengan-Mu. Jangan ya Allah!!!!!!!!!!!!!!!!!!! Bagaimana aku, seorang hamba ingin hidup tanpa kasih sayang Tuannya????.......... Bagaimana aku, seorang hamba ingin hidup tenang bahagia tanpa keridhaan tuannya???......... Janganlah Engkau jadikan ilmu itu bagai hijab yang memisahkan kita. Janganlah Engkau jadikan kejahilan itu bagai hijab yang menjauhkan kita. Ya Allah.............
| |