Alwa Nury's posts with tag: puisi hatikoe
Bismillahirrohmaanirrohiim
Seandainya engkau tahu
Wahai kekasihu
aku bukanlah Sumayyah yang tangguh
merelakan anak, dan suami
mengejar kematian demi menghirup wewangian Firdausi
karena,
aku hanyalah seorang isteri
yang butuhkan cinta dan kasih sayang
yang memerlukan didikan dan tarbiyah
darimu yang bergelar suami
tetapi,
ketika wanginya darah para syuhada dan
senandung cinta medan Jihad
membuatmu mabuk kepayang akan syurga
aku tidak lagi mampu menahan
keingananmu untuk meraih CintaNya
aku relakan cintaku tinggal disini
bersama permata-permata yang telah kau amanahkan
yang kelak akan kudidik
menjadi singa-singa yang gagah berani sepertimu
mengikuti jejak abinya yang tercinta
Engkau pergi dalam bentuk jasadi
Tetapi kau hidup dalam Ruh-ruh kami
"syukran ya Robb karena kau memilihnya sebagai syuhada"
Besarnya cintamu padaNya
Pada DienNya
Mengalahkan secuil kasih dan cintaku ini
Kau pergi mencari mahar
Buat meraih pelaminan syurga nan indah
Nantikan aku wahai mujahidku
Nantikan aku sebagai bidadarimu
Karena
Wanginya kasturi Firdausi
Mulai merasuki jiwaku
Sumber :http://nakoura.multiply.com/reviews/item/34/maharku_adalah_jihadmu
 | TETAPLAH | May 18, '08 6:20 PM for everyone |
Tetaplah di sini Di jalan keimanan Di jalan ke-Islaman Tetaplah bersama-sama meniti jalan ini sampai usai... Kita semua mungkin telah letih Karena perjalanan ini memang sangat panjang dan amat berliku... Tapi, Tetaplah di sini dan jangan menjauh Yakinlah, kenikmatan yang kita reguk di jalan ini jauh lebih banyak ketimbang yang dilakukan oleh orang-orang yang lalai... Keindahan yang kita alami di sini, sangat lebih indah daripada keindahan yang kerap dibanggakan oleh mereka yang jauh dari jalan ini... Jangan berharap atau tertipu dengan fatamorgana kenikmatan, keindahan, kebahagiaan semua yang sering kita lihat dari orang-orang yang jauh dari Allah Azza Wa Jalla... Tetaplah di sini... Di jalan ini... Jalan Allah... Islam... Yang kita cintai sampai mati...!!!!!!!!!!!!!
Ya Allah................... Milik-Mu segalanya ini. Ketakutan ini. Rasa kasih ini. Debaran hatiku milik-Mu. Semuanya kupinjam. Semuanya anugerah. Segalanya ujian. Aku menyeru nama-Mu. Aku mencari-Mu. Perjalanan hidup yang kulalaui, pada-Mu sajalah tempat akan kembali. Janganlah Engkau memarahiku. Janganlah Engkau membanciku. .......... Ya Allah.................... Janganlah Engkau jadikan anugerah yang Engkau berikan kepadaku sebagai hijab yang melindungi aku dari pandangan-Mu. Janganlah Engkau jadikan ujian yang Engkau timpakan kepadaku sebagai hijab yang akan nmemisahkanku dengan-Mu. Jangan ya Allah!!!!!!!!!!!!!!!!!!! Bagaimana aku, seorang hamba ingin hidup tanpa kasih sayang Tuannya????.......... Bagaimana aku, seorang hamba ingin hidup tenang bahagia tanpa keridhaan tuannya???......... Janganlah Engkau jadikan ilmu itu bagai hijab yang memisahkan kita. Janganlah Engkau jadikan kejahilan itu bagai hijab yang menjauhkan kita. Ya Allah.............
 | TANYA | Mar 29, '08 10:40 AM for everyone |
TANYA Kutulis namamu di atas pasir namun ombak lautan menghapusnya Kulukis wajahmu di atas awan Namun angin meniupnya menerbangkannya entah di belahan mana? Dan kini,,, Tak mampu kuselami rautmu yang samar Engkau bagai bayang-bayang temporal menghias kisi-kisi kubangan jiwa,,, Pendar auramu menembus celah jiwa, Kau berada dalam alienasi diri yang memenjarakan masa, Sementara paras ayumu bagai horizon menggaris gamang pada sketsa maya. Siapakah engkau?.... Kuterus bertanya...
CINTA TERLARANG Badai cinta berdentum tak berdosa Mendalang lakon percintaan gila manusia, Tiada tersemat kata taubat hanya puing-puing sekarat menyatukan benih-benih maksiat............. Ketika kegilaan melanda akal Salah dibenarkan Benar dipertanyakan......... Bagai benalu jadi parasit Lhirlah kisah-kisah rumit,,, Hawa berhati Adam Berperangai layaknya setan mencumbu kenikmatan,,, Lelaki dienyahkan wanita diagungkan Menjalin kasih di jalan terlarang memuliakan durjana keabadian....
KUPU KUPU MALAM Ketika kesucian diperdagangkan kupu-kupu liar menembus jantung malam Bebas melata menjadi dogma bidadari lembah nista, Bagai daun-daun meranggas gersang tak kebasahan... Laksana ranting kering di musim gugur jatuh ke bumi Kreek,,,, Tak berarti lagi Energi kehidupan t'lah lepas darinya Bias masa depan tersengal-sengal mencekiknya Sesak.....!!! Tiada sehijau kemarin kala musim semi melandanya, Mahkota t'lah rontok dari kelopak bunganya, Tiada sewangi kemarin kala kuncup mekar dengan moleknya...
Aku temukan malam Dipersimpangan dari sisa-sisa hujan seharian Aku temukan malam Di parasmu yang kian menua ditelan waktu Langkahmu yang dulu tegak mulai terkulai layu Alunan suaramu tak lagi merdu Sorot elangmu tak setajam dulu redup digelintir waktu Aku temukan malam Dimatamu yang tampilkan drama dari goresan tinta hitam kian ngeri mengurai malam
GELAP ASA Setengah hatiku berjalan meniti detik kesunyian, Separuh nafasku tersengal menata ruang kehampaan... Aku terperangkap dalam pusara keterasingan Terisolasi menahan jejak-jejak fenomena Terbelenggu mengekang gerak simfoni tawa Menangis... Menjerit... di tengah gelap lembara asa.
KEHIDUPAN Titik-titik kristal tumpah dari langit-Nya Menyentuh lembar talas Tiada meresap Tidak pula mngendap, Tarian bayu menghempaskannya Kristal bergoyang lenggok kanan lenggok kiri Tes... Jatuh ke bumi Tak berarti lagi.
WANITA BIASA Langit sebagai atapku Bumi terbentang lantai berpijakku, Tiada derajat tiada pangkat Di mata dunia aku melarat Teropong gelar memandangku sekarat Namun... Ada pilar yang kusuka Kesederhanaan menyelikutiku Kemewahan berpaling dariku Ayat-ayat Al-qur'an bergeming laksana lebah di telinga ayah bundaku... Aku hanya wanita biasa Lahir ke dunia telanjang dada tanpa harta hanya ada satu nyawa, Titah-titah bunda bekal akherat warisan ayah harta selamat.
RATAPAN ANAK JALANAN Bau busuk menyengat pernafasan Sampah-sampah tertimbun penderitaan penuhi blantika lorong-lorong jembatan kehidupan, Lembar-lembar kain kusam penyelimut lara Berkibar-kibar tersapu angin liar Derap langkah para gelandangan tersaruk-saruk terseok-seok Mengais rezeki di pusat kota Mengamen, membungkuk meminta sebutir logam Dari saku sang hartawan. "Berilah kami sekiranya segelinding uang, hai Tuan." "Atau sebutir nasi, Nyonya juragan." HENING... celotehan dari mulut kering tak berdosa ini Bagai gemuruh lebah di telinga saudagar kaya Tak jarang kami dihina Tak sedikit kami direjam, KEJAM... Di mana kemanusiaan? Di mana belas kasihan untuk kami, Ya Tuhan... Dengarlah! Dengarlah jeritan pilu anak jalanan...! Degarlah! Ya Tuhan...!
 | BUNGLON | Mar 29, '08 3:49 AM for everyone |
BUNGLON Di ranting kering kau bergeming Di kayu basah kau mendesah Pucuk daun kau cumbui Akar gantung kau nikmati Sana sini partisipasi Tak lelahkah kau Bunglon? Ubah wujud berganti-ganti...
BELENGGU RASA Rasaku terbelenggu pada satu titik waktu, Menjerat asa berdarahkan luka, Jeritku tercekat mencekik di awal malam Membawaku dalam tidur panjang,,, Hingga kuterjaga tak kudapati mentari tetap rembulan pucat pasi.....
JADILAH PUISI Jadilah puisi dalam hatiku Lukiskan kesah resah gelisahku Pada bait-bait yang kau tandai dengan senymmu tangis dan cintamu,,, Biarlah ia menjelma kata-kata yang hampir habis, Biarlah ia meleburkan seluruh rasa dalam semayam jiwa....
PANGGILAN SUBUH Titah Ilahi t'lah terdengar Marilah sambut sebentar Walau kantuk masih menjalar Tiada salah kita tersadar,,, Sujudkan keningmu wahai si putri Adam mohon ampunan Sang Maha Rahman agar terhindar dari jahanam,,, Lelap lalai jangan dibiasakan Bisa berbuah penyesalan,,, Marilah kita bersimpuh pada-Nya Mengharap segenap ridha Walau hanya seutas masa lebih berharga dari permata....
 | HILANG | Mar 29, '08 3:41 AM for everyone |
HILANG Aku seperti hilang Tertiup awan PETANG...! Cahaya raib! Nurani punah! Hakekat terjamah! MUSNAH...!!! Aku terpojok terperosok di galangan kapal tanpa kemudi, Aku terkapar menggelepar kehabisan seloka bersandar, Terdampar dan dicampakkan di persimpangan malam tersihir oleh alur kegelapan yang mempersembahkan sesaji kemunafikan,,,, Aku bagai musafir tersesat arah tiada tersentuh celah-celah lumrah, Lubang-lubang kemaksiatan menganga Pintu-pintu durjana terbuka, Aku terpuruk ke lembah dosa tiada bernyawa hina berteman nista yang SEMPURNA
TRAGIS EGO Bumi terbelah tak lumrah Siang malam tiada terpisah, Kala mendung selimuti tiap lengkung gunung Awan menggulung memangkas gedung-gedung Seakan menyesali tragis ego lakunya Gelapnya tak seelok malam SURAM,,,, Dawai dinding hati meronta Menghibakan khayal-khayal fatamorgana Bertadabur dalam sendi-sendi kehidupan Sedang raga menapak menyusuri paradigma alam ujian Dalam lengah jengah dan nestapa.....
 | IBU | Mar 29, '08 3:34 AM for everyone |
IBU Ibu... Sembilan bulan kau kandung aku dalam sanubari kesucianmu Dengan separuh nafasmu kau wujudkan keinginanku tuk melihat dunia, Belai kasih sayang yang tercurah Membawaku berkelana ke lembah surga maha indah, Ibu... Kau siratkan aura kasih untukku dengan butiran kristal dari dalam ragamu, Usapan lembut tanganmu dalam balutan keriput mampu damaikan hati, Namun Ibu,,, Ma'af tiada henti kuucap saat kutelah menjauh darimu beranjak dari dekapan hangatmu tuk menapak langkah merangkai cita, Ma'afkan aku tak bisa menemanimu mendongengkan kisah-kisah hari tuamu,,, Ibu... Kepergianku takkan kusesali Keyakinanku telah bulat keputusan inilah terbaik di antara semua, Ibu... Aku pergi untukmu untuk semuanya Do'akan anak terlunta ini, Ibu Restumu sangat berarti buatku, Ibu... Percayalah Suatu saat nanti kebersamaan itu akan kembali menyapa, Taukah kau Ibu? Kasih sayangku takkan redup ditelan waktu.......
| |