MAKANA MENULIS
By; HALIMI ZUHDI, Peneliti Sastra
Menulis bukanlah untuk mencari uang, menjadi terkenal, mendapat teman kencan, menjadi mapan atau banyak teman. Pada akhirnya menulis adalah untuk memperkaya hidup orang-orang yang membaca karyamu, dan memperkaya hidupmu sendiri pula.
Menulis itu mukjizat, seperti air kehidupan. Jadi minumlah...
Menulis memang indah, seindah kata-kata yang tersusun rapi. Berjejer bagai gunung yang pijakannya mampu menahan gempa. Bersolek bagai perawan dalam pingitan. Berdansa bagai penari-penari di atas latar.
Sungguh indah ketika kita dapat menggugah, menghipnotis, merangsang dan membuat pembaca sedih. Tanpa ada yang menggerakkan untuk menangis, tanpa ada yang memaksa untuk bergembira, tanpa ada larangan untuk bersedih. Semuanya bangkit dari diri pembaca lantaran kata-kata yang indah. Daya hipnotisnya kuat, daya rangsangnya yang menggugah.
Ketika itulah penulis menemukan makna yang sebenarnya. Makna bagi dunianya dan bagi orang lain.